Dunia

Petualang Ceko Ungkap Keberagaman Indonesia

Miloslav Stingl sudah 15 kali berkunjung ke Indonesia, terakhir saat berusia 78 tahun

Jum'at, 19 Februari 2010, 09:15 WIB
Renne R.A Kawilarang
Miloslav Stingl (kanan) mengungkap pengalamannya berkelana di Indonesia (VIVAnews/KBRI Praha)

VIVAnews - Penduduk suatu kota di Ceko terkesima mendengar cerita perjalanan seorang pengelana, Miloslav Stingl, saat berkali-kali berada di Indonesia.

Petualang yang kini berusia 80 tahun itu mengungkapkan bahwa orang-orang suku pedalaman Sumatra dan Papua, misalnya, ternyata ramah dan terbuka menerima orang asing seperti dirinya.

Cerita perjalanan Stingl itu disampaikan pada acara "Malam Indonesia", yang diselenggarakan di kota Ceske Budejovice Selasa, 16 Februari 2010. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha mengungkapkan bahwa acara itu digagas oleh Jiri Hruska, seorang pengusaha Ceko yang mencintai Indonesia dan dibuka oleh pejabat KBRI, Azis Nurwahyudi.

Stingl, seorang ahli etnologi dari Ceko, antusias menceritakan tentang perjalanannya di Indonesia. Malam itu Dr. Stingl menceritakan perjalanannya ketika mengunjungi masyarakat pedalaman di Sumatra dan Papua. Stingl menggambarkan masyarakat di pedalaman Indonesia yang dia kunjungi sebagai komunitas yang  ramah dan hangat terhadap warga asing.

Dia juga memutar film pendek yang dibuatnya ketika melakukan perjalanan di Bali, yang disebutnya sebagai pulau terindah di dunia. Stingl menceritakan keunikan adat Bali dan ketaatan warga Bali yang memeluk agama Hindu untuk beribadah.

Stingl adalah seorang pengelana dunia yang sudah mengunjungi lebih dari 150 negara. Dia pun telah 15 kali berkunjung ke Indonesia dan terakhir dilakukan ketika usianya mencapai 78 tahun. Stingl telah membuat 40 buku tentang tempat-tempat wisata yang menarik di seluruh dunia dan telah diterjemahkan dalam 30 bahasa.

Tiga buah buku diantaranya tentang Indonesia. Buku terakhir yang ditulis Stingl berjudul "The Secret of Indonesia," yang menggambarkan keindahan alam di daerah-daerah yang masih belum terjamah. Sementara artikel terakhir yang ditulisnya tentang Indonesia adalah mengenai Pulau Nias sebelum dan setelah terjadinya bencana tsunami Desember 2004.

Sementara itu, Hruska memamerkan foto-foto tentang Bali sambil menceritakan pengalamannya selama mengunjungi pulau tersebut. Berbagai foto aktivitas masyarakat dan keindahan alam Pulau Bali ditunjukkan melalui slide show kepada masyarakat yang memenuhi aula sekolah musik di kota tersebut.

Untuk semakin menciptkan atmosfir Indonesia malam itu juga ditampilkan Tari Cendrawasih dari Bali dan Tari Kayau dari Kalimantan yang ditarikan oleh para penari Sanggar Tari Sekar Melati binaan KBRI Praha.

Selain itu, Pavel Steffal, seorang guru musik yang juga pernah berkunjung ke Bali, mendendangkan lagu ciptaannya  dalam Bahasa Ceko berjudul “Tidak Ada Masalah di Bali.” Lirik lagu itu menceritakan pengalamannya yang mengesankan ketika berlibur di pulau yang pantainya sangat indah.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ