VIVAnews - Semua indeks harga saham di bursa Wall Street terus menguat. Penyebab kenaikan ini masih sama, yaitu munculnya laporan-laporan pendapatan korporat untuk triwulan keempat 2009 yang memuaskan para investor, kendari mereka masih was-was atas tingginya pengangguran di AS dan krisis utang di Eropa.
Di akhir transaksi Rabu sore waktu New York, indeks harga saham industri Dow Jones naik 40,43 poin (0,4 persen) menjadi 10.309,24. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat, kali ini 4,64 poin (0,4 persen) menjadi 1.099,51. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, naik 12,10 poin (0,6 persen) menjadi 2.226,29.
Para investor antusias atas naiknya pendapatan sejumlah perusahaan blue chips akhir tahun lalu, seperti Deere & Co. dan Whole Foods Market Inc. Tidak sedikit dari perusahaan-perusahaan itu juga memaparkan proyeksi bisnis yang bernada optimistis.
Kamis ini, para investor menanti laporan dari sejumlah pemain besar, seperti Wal-Mart Stores Inc. dan Goodyear Tire & Rubber Co.
Laporan menggembirakan juga datang dari perusahaan-perusahaan konstruksi rumah. Naiknya tingkat produksi di pabrik-pabrik juga berhasil mengangkat sentimen pasar saham.
Departemen Perdagangan mengungkapkan bahwa jumlah konstruksi rumah dan apartemen Januari lalu meningkat menjadi 591.000 unit. Jumlah itu lebih besar 11.000 unit dari yang diperkirakan para ekonom yang disurvei Thomson Reuters.
Jatuhnya pasar perumahan dinilai turut andil dalam membawa ekonomi AS ke jurang resesi. Namun, sejumlah laporan terakhir mengungkapkan bahwa pasar perumahan di AS mulai kembali stabil.
Namun menurut pengamat dari Mercadien Asset Management, Ken Kamen, menilai bahwa para investor masih gelisah kendati mengalai reli indeks selama dua hari berturut-turut. "Tidak ada kabar muram, namun juga tidak ada yang membuat sangat antusias. Para pelaku pasar masih terus menyimak informasi-informasi yang beragam," kata Kamen. (AP)