VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa Asia mengikuti pencapaian positif di Wall Street. Para investor Asia tampak turut antusias atas reaksi dari para pelaku pasar di Wall Street, yang menyambut baik atas pendapatan sejumlah korporat dan munculnya suatu rencana akuisisi.
Pada penutupan transaksi Rabu sore waktu setempat, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 263,52 poin (2,6 persen) menjadi 10.297,77. Indeks Hang Seng di Hong Kong, setelah libur dua hari, ditutup menguat 359,03 poin (1,8 persen) menjadi 20.627,72.
Begitu pula dengan indeks Kospi di Korea Selatan, naik 24,95 poin (1,4 persen) menjadi 1.626. Indeks di bursa Singapura dan India masing-masing naik 1,1 persen dan 1,4 persen. Kenaikan juga melanda indeks di bursa Australia, yaitu sebanyak 2,1 persen.
Menurut pengamat, para investor Asia tampak terpengaruh oleh kabar baik di AS.
Produsen makanan Kraft Foods Inc. dan perusahaan pakaian Abercrombie & Fitch mencatat laporan penerimaan yang memuaskan di triwulan terakhir 2009. Begitu pula dengan produsen obat Merck & Co. yang mencatat lonjakan laba sejak membeli perusahaan mitra, Schering-Plough Corp.
Mereka pun antusias mendengar adanya laporan akuisisi korporat. Di sektor pengelola pusat perbelanjaan (mall), Simon Property Group menawarkan akuisisi atas rivalnya yang tengah bermasalah, General Growth Properties, seharga US$10 miliar.
Sebenarnya laporan-laporan positif seperti itu sering terdengar dalam sebulan terakhir dan hasilnya lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Namun, isu-isu ekonomi global, khususnya krisis utang di Yunani, dalam beberapa pekan terakhir berhasil mengalihkan perhatian para investor di bursa Wall Street dan Asia dari sejumlah kabar baik itu sehingga membuat indeks sering terkoreksi.
Dalam perdagangan mata uang, kurs dolar atas yen menguat dari 90,14 yen menjadi 90,28 yen. Namun dolar masih tetap loyo atas euro, kali ini dari US$1,3764 menjadi US$1,3774. (Associated Press)