Dunia

Bill Clinton Derita Gangguan Jantung

Kini dia dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan angioplasty di suatu rumah sakit

Jum'at, 12 Februari 2010, 08:23 WIB
Renne R.A Kawilarang
Bill Clinton (AP Photo)

VIVAnews - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, terpaksa menjalani perawatan jantung setelah dia mengaku sakit di bagian dada. Padahal, suami Menteri Luar Negeri Hillary Clinton itu tengah sibuk-sibuknya menggalang dana untuk membantu Haiti pasca gempa bumi.

Penasihat Clinton, Douglas Band, mengungkapkan bahwa mantan pemimpin berusia 63 tahun itu kini dalam kondisi stabil setelah dia dirawat di Rumah Sakit Presbyterian di Kota New York , Kamis 11 Februari 2010. Dokter telah memasukkan dua buah stent untuk membuka salah satu arteri jantung Clinton yang tersumbat.

Begitu mendengar suaminya, Hillary pun meninggalkan kantornya di Washington DC menuju New York. Namun Band mengungkapkan bahwa Clinton sudah dalam keadaan baik. "Clinton kini berada dalam semangat yang bagus dan tetap berkonsentrasi pada tugasnya untuk menggalang dana membantu Haiti," kata Band.

Bersama dengan mantan Presiden George W. Bush, Clinton mendapat mandat dari Presiden Barack Obama untuk memimpin penggalangan dana dan penyaluran bantuan kemanusiaan dan pemulihan jangka panjang untuk Haiti, yang dilanda gempa bumi dahsyat Januari lalu.

Ini bukan kali pertama Clinton bermasalah dengan jantung. Pada 2004, dia juga dirawat setelah mengalami penyumbatan arteri jantung. Saat itu dia bahkan menjalani operasi by-pass setelah empat arteri jantungnya tersumbat. Maka, dokter saat itu memasukan stent untuk membuka sumbatan arteri jantung.

Dikenal dengan metode angioplasty, tindakan medis itu merupakan salah satu prosedur medis yang paling umum dilakukan bagi para penderita gangguan jantung di penjuru dunia. Di AS, setiap tahun lebih dari setengah juta buah stent digunakan untuk menyembuhkan penderita gangguan jantung. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ