Dunia

Eropa dan China Genjot Saham di Wall Street

Rencana bantuan atas krisis utang Yunani dan turunnya inflasi di China pengaruhi investor

Jum'at, 12 Februari 2010, 07:44 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/M. Spencer Green)

VIVAnews - Komitmen sesama negara Eropa untuk membantu Yunani mengatasi krisis utang ternyata turut membawa angin segar di lantai bursa Wall Street. Kabar itu disambut antusias para investor sehingga mereka memborong saham dan semua indeks pun naik.

Di akhir transaksi Kamis sore waktu New York (Jumat dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 105,81 poin (1,1 persen) menjadi 10.144,19, tertinggi dalam lebih dari seminggu terakhir.

Indeks Standard & Poor's 500 juga naik, yaitu sebesar 10,34 poin (1 persen) menjadi 1.078,47. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, naik 29,54 poin (1,4 persen) menjadi 2.177,41.

Fred Fraenkel, pengamat dari Beaccon Trust Company di Madison, menilai bahwa kekhawatiran pelaku pasar atas krisis keuangan global jilid dua yang bersumber dari krisis utang di Yunani, Portugal, Spanyol, dan Irlandia saat ini sudah berlebihan. Dia bahkan menilai bahwa kecenderungan saat ini adalah pelaku pasar justru gelisah bahwa indeks naik terlalu pesat sehingga perlu ada masa jeda.

"Cukup normal bahwa mereka dihinggapi dengan banyak kekhawatiran. Tidak ada hal yang baru, karena isu-isu sudah diperkirakan pada tahun lalu," kata Fraenkel. Dalam beberapa hari terakhir para petinggi Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa bertemu untuk membahas rencana bantuan bagi Yunani dan negara-negara lain yang terkena krisis utang. 

Selain kabar dari Eropa, para investor di Wall Street juga antusias menanggapi naiknya harga minyak mentah selama empat hari berturut-turut. Selain itu, mereka pun menyambut baik kabar bahwa tingkat inflasi China Januari lalu menurun sehingga pemerintah tidak harus menerapkan pengetatan ekstrim untuk mengendalikan laju pertumbuhan ekonomi.

Turunnya inflasi dan ekpansi ekonomi China yang pesat telah mendorong naiknya permintaan sumber-sumber alam sehingga mendorong naiknya harga saham perusahaan-perusahaan komoditas, bahkan ada yang hingga lebih dari 4 persen seperti Pioner Natural Resources Co. dan Freeport-McMoran Copper & Gold Inc.

Kabar baik mengenai lapangan kerja di AS juga mendukung naiknya indeks di Wall Street. Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa jumlah pemohon baru tunjangan pengangguran pekan lalu turun melebihi perkiraan. Menurut para ekonom, pemulihan ekonomi tidak akan berjalan cepat bila tanpa didukung turunnya tingkat pengangguran. (AP) 





• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ