VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia naik setelah para investor disuguhi data laporan positif atas ekonomi China dan Australia. Namun, mereka tetap menunggu perkembangan rencana penanganan krisis utang di Yunani.
Di akhir transaksi Kamis sore, 11 Februari 2010, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik 1,4 persen menjadi 20.201,24. Begitu pula dengan indeks di bursa China, naik 0,2 persen menjadi 2.987,17.
Para investor di bursa Hong Kong dan Shanghai antusias mendapat laporan bahwa tingkat inflasi di China Januari lalu mereda. Harga konsumen di China bulan lalu hanya naik 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Tingkat itu lebih rendah 0,4 persen dari angka pada Desember tahun lalu.
Dengan turunnya persentase tingkat inflasi itu, investor berharap pemerintah China tidak perlu melakukan langkah-langkah drastis seperti menaikkan tingkat suku bunga. Bagi investor, langkah drastis itu memang bisa mengendalikan laju pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat, namun keputusan itu justru meresahkan pasar karena dapat mengurangi tingkat permintaan China atas bahan baku dan barang konsumen dari luar negeri.
Kebijakan seperti itu pada akhirnya bisa mengganggu upaya pemulihan ekonomi banyak negara. "Data inflasi itu mengejutkan kami karena angkanya lebih rendah dari yang diperkirakan pasar," kata ekonom China Merchant Securities, Liu Qiyuan.
Para investor juga menerima kabar baik dari Australia, yang mengungkapkan turunnya tingkat pengangguran pada Januari lalu, yaitu dari 5,5 persen menjadi 5,3 persen. Selain itu, selama bulan lalu di Australia terdapat penambahan lebih dar 50.000 pekerjaan.
Data itulah yang menyebabkan indeks harga saham di bursa Australia naik 0,9 persen menjadi 4.552,9. Indeks harga saham di bursa Taiwan, Singapura dan Korea Selatan (Korsel) juga mengalami kenaikan. Di Korsel, investor menyambut baik rendahnya tingkat suku bunga, yaitu sebesar 2 persen.
Sementara itu, bursa saham di Jepang hari ini tutup karena libur nasional dan baru dibuka kembali Jumat. (Associated Press)