VIVAnews - Ribuan pegawai negeri sipil di Yunani mogok kerja untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah seperti pemotongan gaji, Rabu 9 Februari 2010.
Mogok kerja itu menyebabkan penerbangan pesawat terhenti dan penutupan kantor-kantor layanan publik di seluruh negara yang sedang mengalami krisis utang tersebut.
Pegawai pengontrol lalu lintas bandara, pegawai pajak dan bea cukai, dokter, guru, menghentikan kegiatan mereka selama 24 jam untuk memrotes pengurangan defisit pemerintah yang akan membekukan gaji dan penerimaan pegawai baru, memangkas bonus, dan menaikkan batas usia pensiun.
“Hari ini, pegawai-pegawai memberi jawaban,” kata penggerak aksi melalui pengeras suara di Alun-Alun Syntagma di ibukota Athena, di mana ratusan pensiunan dan pekerja berkumpul menjelang demonstrasi yang menurut rencana akan dilakukan pada Kamis pagi.
Demonstrasi tersebut direncanakan akan dilakukan di Athena dan kota kedua terbesar di Yunani, Salonika.
Mogok kerja tersebut membuat rumah sakit hanya dijaga oleh staf gawat darurat. Sedangkan transportasi kereta nasional juga terganggu meski transportasi massal tidak terpengaruh.
“Ini perang melawan pekerja dan kami akan menjawabnya dengan perang, dengan perjuangan terus menerus hingga kebijakan diubah,” kata Christos Katsiotis, perwakilan partai komunis yang berafiliasi dengan persatuan pekerja.
Yunani mendapat tekanan intens dari negara-negara mitra di Uni Eropa untuk mengurangi pengeluaran setelah mengungkapkan kekurangan anggaran tahun lalu yang menggetarkan pasar finansial dan nilai euro, mata uang yang digunakan 16 negara anggota Uni Eropa. (AP)