VIVAnews - Filipina mengenakan dakwaan pada 197 orang terkait pembunuhan massal di Provinsi Maguindanao, November tahun lalu. Salah satu yang didakwa itu adalah sekutu Presiden Gloria Arroyo, Andal Ampatuan Senior.
Sebanyak 57 orang, sekitar 30 di antaranya adalah jurnalis, tewas dalam pembantaian menjelang pemilihan umum setempat.
Sedangkan putra Ampatuan Senior, Ampatuan Junior, sudah lebih dulu dikenai dakwaan dan sedang menjalani proses persidangan. Belum jelas berapa banyak dari terdakwa yang sudah ditahan polisi. Total sudah 197 orang yang didakwa, termasuk orang-orang yang dituduh memegang senjata, menculik, dan menembaki korban.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC edisi 9 Februari 2010, Ampatuan Jr dituduh mendalangi pembantaian massal tersebut. Sekitar 100 pelaku bersenjata menculik dan membunuh para korban untuk menghentikan pencalonan Esmael Mangudadatu dalam pemilihan gubernur Maguindanao pada Mei mendatang.
Beberapa perempuan, termasuk istri dan saudara perempuannya yang tengah hamil, ikut dalam rombongan yang akan mendaftarkan pencalonan Mangudadatu. Mereka dihentikan dan ditembaki oleh sekitar 100 pelaku bersenjata. Mayat para korban ditemukan di pekuburan massal di wilayah terpencil provinsi di Filipina selatan tersebut.