Dunia

Baru Sebulan, Gedung Tertinggi itu Ditutup

Penutupan itu mengecewakan para turis yang penasaran menjejakkan kaki di Burj Khalifa

Selasa, 9 Februari 2010, 09:06 WIB
Renne R.A Kawilarang
Gedung Burj Dubai, Uni Emirat Arab (AP Photo/Kamran Jebreili)

VIVAnews - Gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, tertutup untuk umum sejak Minggu, 7 Februari 2010. Padahal bangunan setinggi 828 meter di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, itu baru saja diresmikan bulan lalu.

Penutupan itu mengecewakan para turis yang penasaran menjejakkan kaki di Burj Khalifa, yang memiliki 1600 tingkat. Selain itu muncul keraguan, apakah bangunan yang berfungsi sebagai hotel dan apartemen mewah itu bisa dihuni dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut pengelola, penutupan Burj Khalifa sebagian akibat masalah pada instalasi listrik. Namun ketidakjelasan informasi dari pihak pengelola menyebabkan para turis yang sudah berniat ingin menyambangi dek observasi di gedung itu menjadi kecewa.

"Kabar itu tentu sangat mengecewakan," kata Wayne Boyes, turis dari Manchester, Inggris. Dia sudah membayar untuk bisa menyaksikan pemandangan Dubai dari gedung pencakar langit itu pada Senin sore, 8 Februari 2010. Namun dia mendapat pemberitahuan bahwa Dek Observasi untuk sementara ditutup untuk umum. 

"Padahal gedung itulah yang menjadi alasan utama bagi saya untuk berlibur ke sini," lanjut pria berusia 40 tahun itu, yang terpaksa mengantri untuk mendapatkan kembali uang dari tiket yang sudah dia beli. 
 
Penyebab sebenarnya dari penutupan gedung yang berbiaya US$1,5 miliar itu masih belum jelas. Dalam pernyataan singkat, perusahaan Emaar Properties sebagai pemilik Burj Khalifa menyalahkan "tingginya tingkat kunjungan yang tak terduga."  Namun, Emaar kemudian menyatakan bahwa penutupan sebagian karena masalah listrik.

"Isu-isu teknis pada pasokan listrik tengah dikerjakan oleh para kontraktor dan masyarakat akan diberitahu bila selesai," demikian pernyataan Emaar, yang belum memastikan sampai kapan penutupan akan berlangsung.

Pengunjung yang bukan tamu hotel dan penghuni kondominium diperkenankan masuk ke Burj Khalifa dengan membayar 100 dirham (sekitar Rp 255.000) per pengunjung dewasa. Mereka lalu diarahkan ke Dek Observasi, yang terletak di lantai 124. Di lantai itu, mereka bisa melihat pemandangan kota Dubai dan sekitarnya.

Namun, pengunjung yang ingin layanan ekspres, atau tanpa harus mengantri supaya bisa langsung masuk ke Dek Observasi, dikenakan tarif 400 dirham (sekitar Rp 1 juta). (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
sudiono
10/02/2010
Dubai negara paling boros di dunia, jika tidak segera berhemat siap-siap untuk bangkrut di kemudian hari !
Balas   • Laporkan
komputertips.com
10/02/2010
waaaah sangat disayangkan seli...tapi ngeri juga tuh kalau naik sampai ke puncaknya
Balas   • Laporkan
komputertips.com
10/02/2010
Waaah sayang sekali ya.....tapi ngeri juga tuh kalau naik sampai ke puncaknya
Balas   • Laporkan
biar aja...
09/02/2010
biarin aja suka2 yg punya duit dong,,,
Balas   • Laporkan
Cindy
09/02/2010
Angat-angat Taik Ayam
Balas   • Laporkan
kodok
09/02/2010
@gemini mustinya protes sama china lah yg paling banyak punya gedung tertinggi....
Balas   • Laporkan
gemini
09/02/2010
cape deh, lagian kurang kerjaan amat sih dubai bikin gedung tertinggi di dunia, mendingan duitnya tuk negar2 miskin drpd bikin cuma tuk pamer aja :p
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ