VIVAnews - Presiden Toyota akhirnya meminta maaf Jumat malam waktu Nagoya, Jepang, terkait penarikan kembali (recall) secara massal produk kendaraannya.
Penarikan tersebut bertujuan untuk memperbaiki pedal gas kendaraan hibrida Prius yang populer, yang membuat reputasi dan penjualan Toyota terpuruk.
Namun, Akio Toyoda, yang juga menjabat CEO Toyota mengatakan perbaikan mobil itu masih belum diputuskan, langkah apa yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah pedal tersebut.
Demikian dikatakan Toyoda saat konfrensi pers yang terkesan tergesa-gesa, Jumat, 5 Februari 2010. Dirinya berjanji akan memperbesar kualitas kontrol kendaraan Toyota. Bahkan, dia mengatakan perusahaan telah menyiapkan komite khusus yang akan dikepalai dirinya sendiri.
Toyoda menuturkan, akan meninjau pemeriksaan internal, sampai pada keluhan konsumen, serta mendengarkan pendapat para ahli dari luar sebagai solusi mengatasi masalah kualitas tersebut.
"Saya meminta maaf atas kekhawatiran ini," kata dia dengan bahasa Jepang. "Banyak konsumen yang khawatir dengan kendaraan mereka, apakah OK."
Dia menambahkan, perusahaannya bergerak cepat dengan me-recall secara massal sebanyak 4,5 juta kendaraan, termasuk setengahnya ada di Amerika Serikat.
Dealer pun berusaha memperbaiki pedal gas yang memerlukan bagian baja baru agar tidak lengket. "Tolong percaya pada kami. Sebab, kami selalu mendahulukan konsumen," katanya ketika ditanya seorang wartawan dengan berbahasa Inggris.
Toyoda menuturkan, keputusan mengenai apa yang harus dilakukan perusahaan dalam mengatasi masalah pengereman pada Prius itu akan dilakukan secepat mungkin.
Bahkan, Toyota mengatakan dalam minggu ini sedang dipertimbangkan untuk melakukan penarikan kembali.
Toyoda, yang mulai menjabat tahun lalu dihujani kritik, karena cucu pendiri Toyota ini tak segera tanggap menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah yang terus mengalir dan menghantam Toyota. (AP)
antique.putra@vivanews.com