Dunia

Harga Minyak Masih Terjerembab di $73/barel

Investor mengalihkan investasi dari minyak ke dolar. Imbasnya, kurs dolar menguat

Jum'at, 5 Februari 2010, 14:37 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Sejumlah warga kota Hangzhou, China, terlihat antri membeli solar (AP Photo)

VIVAnews - Harga minyak mentah di bursa New York masih terjerembab di level US$73 per barel setelah dini hari tadi anjlok menyusul aksi jual para investor setelah muncul data krisis utang di Eropa dan laporan mengecewakan atas laporan pengangguran di AS.

Berdasarkan transaksi elektronik untuk perdagangan Asia, Jumat siang waktu Singapura, harga minyak light sweet untuk pengiriman Maret naik 25 sen menjadi US$73,39 per barel.

Dalam transaksi di New York dini hari tadi, harga minyak anjlok US$3,84 menjadi US$73,14/barel. Itu merupakan penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, di bursa London, harga minyak Brent naik 8 sen menjadi US$72,21.

Pasar saham global anjlok di tengah kekhawatiran tentang tingginya tingkat utang di Yunani, Portugal, dan Spanyol, dan juga tingginya tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Pialang minyak kerap melihat pasar saham sebagai indikator dari keseluruhan sentimen investor.

Kemarin, indeks harga saham industri jatuh 2,6 persen dan semua indeks saham Asia melemah di sesi perdagangan Jumat pagi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,9 persen saat tengah hari.

Investor minyak mentah juga mengamati pergerakan dolar karena mereka membeli komoditas seperti minyak sebagai penahan inflasi dan menjualnya bila mata uang dolar menguat.

Nilai tukar euro terhadap dolar turun menjadi US$1,3706 dari US$1,3726 pada perdagangan kemarin. Sedangkan nilai tukar dolar menguat menjadi 89,68 yen dari 89,00 yen.

"Dengan dolar menunjukkan penguatan ekstrim dan pasar ekuitas berkonsolidasi, saya masih mengira harga minyak akan turun menjadi US$70 per barel," kata Michael Sander dari  Sander Capital Advisors di Seattle, AS, dalam laporannya. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ