VIVAnews - Harga minyak mentah di bursa New York mengakhiri kenaikan beruntun selama dua hari. Naiknya cadangan minyak di Amerika Serikat (AS) membuat harga minyak terlempar dari level US$77/barel.
Menurut laman stasiun televisi CNN, berdasarkan perdagangan pada Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), harga minyak light sweet turun 25 sen menjadi US$76,98/barel.
Penurunan terjadi setelah investor mendengar laporan mingguan dari Departemen Energi AS Rabu pagi waktu setempat bahwa persediaan minyak mentah naik 2,3 juta barel. Padahal para pengamat yang disurvei Platts memperkirakan bahwa tingkat pasokan bakal turun 1 juta barel.
Penurunan harga minyak tidak sampai drastis karena kendati pasokan minyak mentah menumpuk, persediaan produk minyak di AS, yaitu bensin, turun 1,3 juta barel - bertolak belakang dengan proyeksi analis yang memperkirakan naik 1,5 juta barel.
Selain itu produk minyak lain, seperti minyak pemanas dan solar, turun 1 juta barel. Jumlah itu lebih kecil dari perkiraan pengamat yang sebesar 1,2 juta barel.
Harga minyak juga tertekan oleh menguatnya kurs dolar atas sejumlah mata uang lain.