VIVAnews - Reli indeks yang telah berlangsung selama dua hari di bursa Wall Street akhirnya terhenti. Penyebabnya, laporan yang mengecewakan atas kinerja industri jasa di Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan sesi Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones sedikit melemah 26,30 poin (0,3 persen) menjadi 10.270,55. Indeks Standard & Poor's 500 turun 6,04 poin (0,6 persen) menjadi 1.097,28. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, turun 0,85 poin (kurang dari 0,1 persen) menjadi 2.190,91.
Para investor bereaksi negatif setelah Institut Manajemen Suplai mengungkapkan bahwa indeks industri jasa Januari lalu hanya sedikit meningkat, yaitu dari 49,8 poin Desember lalu menjadi 50,5 poin. Level itu lebih rendah dari harapan para ekonom yang disurvei Thomson Reuters, yang tadinya memperkirakan naik menjadi 51 poin.
Sebenarnya, level Januari sudah melewati standar, yaitu 50 poin. Namun angka 50,5 poin tampak belum memuaskan para investor di bursa saham. Laporan mengecewakan dari bisnis jasa, yang termasuk komponen utama ekonomi AS, membuat investor merasa bahwa pemulihan masih berjalan lambat.
Laporan indeks industri jasa itu menenggelamkan suatu kabar positif bahwa kasus PHK di sektor swasta Januari lalu ternyata lebih sedikit dari perkiraan.
Selain itu, perusahaan obat Pfizer Inc. mengurangi proyeksi pendapatannya di triwulan pertama tahun ini. Itulah yang menyebabkan harga saham perusahaan-perusahaan produk kesehatan jadi turun.
Harga saham perbankan juga melemah setelah PNC Financial Services Group Inc. berencana akan membayar utang talangan pemerintah sebesar US$7,6 miliar. Para pialang menilai bahwa bank-bank regional di AS juga mengalami tekanan yang sama untuk membayar utang kepada pemerintah dalam waktu dekat. (AP)