VIVAnews - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa negaranya siap mengirimkan uranium ke mancanegara untuk dilakukan pengayaan.
Selama berbulan-bulan, pejabat pemerintah Iran mengritik usulan dari enam negara kuat dunia tahun lalu, yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Iran mengirimkan uranium ke mancanegara untuk diproses dan dikembalikan sebagai bahan bakar nuklir.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera, Selasa, 2 Februari 2010, Ahmadinejad mengaku tidak masalah bila Iran harus mengirimkan uraniumnya.
"Tidak ada masalah. Kami akan menyegel kontrak dan kami akan memberi kalian 3,5 persen uranium untuk dilakukan pengayaan menjadi level 20 persen dalam empat atau lima bulan dan kembalikan pada kami,” katanya dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran, IRIB.
Dia meredam, kekhawatiran "rekan-rekannya" bahwa negara Barat tidak akan mengembalikan uranium tersebut. Bila itu terjadi, kata Ahmadinejad, Iran akan merespon dengan meneruskan produksi pengayaan uraniumnya sendiri.
"Kalau mereka tidak mengembalikannya, apa yang akan terjadi? Kita akan terbukti benar dan membuktikan bahwa International Atomic Energy Agency atau IAEA tidak bisa dipercaya dan mereka akan didiskreditkan. Kemudian, kita akan bebas menggantungkan aktivitas pada kemampuan kita sendiri," kata Ahamadinejad.
Negara-negara Barat mencurigai Iran ingin membuat senjata nuklir. Namun, Iran mengatakan bahwa program nuklir mereka dilakukan demi kepentingan sumber daya bagi generasi selanjutnya.
antique.putra@vivanews.com