VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia ditutup menguat di akhir perdagangan Rabu sore, 3 Februari 2010, menyusul penguatan saham di bursa Wall Street, yang dipicu oleh data positif pasar perumahan di Amerika Serikat (AS).
Sebagian besar saham utama Asia menguat 1 hingga 2 persen setelah indeks saham di bursa Wall Street ditutup naik pada perdagangan Selasa sore waktu New York (Rabu dini hari WIB).
Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 33,24 poin (0,3 persen) menjadi 10.404,33 dan indeks Hang Seng (Hong Kong) ditutup naik 388,78 poin (1,9 persen) menjadi 20.660,96.
Indeks Kospi (Korea Selatan) naik 19,21 poin (1,2 persen) menjadi 1.615,02. Indeks Shanghai (China) naik 2,2 persen, indeks saham Australia menguat 0,9 persen, dan indeks saham India ditutup menguat 2 persen.
Optimisme investor bangkit setelah laporan menyebutkan bahwa tingkat penjualan rumah baru di AS naik pada Desember tahun lalu. Ini merupakan peningkatan kesembilan dalam sepuluh bulan terakhir dan menekankan bahwa industri yang menjadi akar krisis AS, yakni pasar perumahan, semakin pulih.
Setelah indeks saham Asia rontok dalam beberapa pekan lalu, investor mulai membeli saham di tengah sinyalemen bahwa perekonomian AS bangkit dan penguatan manufaktur global yang mengikis kekhawatiran akan pemulihan ekonomi, setidaknya untuk saat ini.
"Peningkatan menyeluruh dalam perekonomian AS adalah indikator nyata bahwa dunia sedang dalam proses pemulihan," kata Lucinda Chan, direktur divisi dari Macquarie Private Wealth di Sydney. "Ini tidak akan mudah, tetapi kami masih mengharapkan akan ada kinerja jangka panjang di pasar saham dengan adanya peningkatan-peningkatan ekonomi," lanjut Chan. (AP)