Dunia
Bursa Wall Street

Penjualan Rumah Baru Naik, Saham pun Menguat

Salah satu titik terlemah dalam ekonomi AS selama ini, yaitu pasar perumahan, mulai pulih

Rabu, 3 Februari 2010, 07:15 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/M. Spencer Green)

VIVAnews - Dalam dua hari berturut-turut indeks-indeks harga saham di bursa Wall Street mencetak peningkatan yang signifikan. Kenaikan kali ini dipengaruhi oleh data positif pasar perumahan di Amerika Serikat (AS).

Di akhir perdagangan Selasa sore waktu New York (Rabu dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 111,32 poin (1,1 persen) menjadi 10.296,85. Maka, dalam dua hari terakhir indeks Dow sudah naik 229,52 poin (2,3 persen), poin terbesar yang diperoleh dalam dua hari berturut-turut sejak periode 4-5 November 2009.

Indeks Standard & Poor's 500 naik 14,13 poin (1,3 persen) menjadi 1.103,32. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, naik 18,86 poin (0,9 persen) menjadi 2.190,06.

Para investor antusias memborong saham begitu melihat data naiknya jumlah pembeli rumah dan laba pertama yang didapat oleh pengembang rumah terkemuka D.R. Horton dalam tiga tahun terakhir. Ini memperkuat tanda bahwa salah satu titik terlemah dalam ekonomi AS selama ini, yaitu pasar perumahan, mulai pulih.

Menurut data dari Asosiasi Makelar Properti AS, indeks kontrak penjualan rumah Desember lalu naik 1 persen. Ini merupakan kenaikan kesembilan dalam sepuluh bulan terakhir menyusul antusiasme para pembeli untuk memanfaatkan insentif pajak pembelian rumah baru, yang berlaku hingga November tahun lalu.     

Kalangan pengamat menilai bahwa data terkini penjualan rumah itu membawa sinyalemen yang bagus bagi ekonomi AS. "Ini menunjukkan pertumbuhan yang lambat namun pasti," kata Daniel Penrod, pengamat dari The California Credit Union League. "Sebagian besar publik mengharapkan kebangkitan yang cepat, namun itu kemungkinan tidak terjadi," lanjut Penrod.

Antusiasme para pelaku pasar saham juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan Tim Geithner kepada Komisi Keuangan Senat bahwa ekonomi AS kini berada dalam situasi yang lebih baik ketimbang setahun yang lalu. Namun, Geithner mengakui bahwa pemerintah masih perlu langkah-langkah untuk menekan tingkat pengangguran, yang kini sebesar 10 persen. (AP)





• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ