Dunia
Perdagangan Saham

Data Ekonomi AS Menguat, Bursa Asia Loyo

Para investor di Asia tampak tak begitu antusias atas data menggembirakan ekonomi AS

Selasa, 2 Februari 2010, 14:55 WIB
Renne R.A Kawilarang
Seorang fotografer mengambil gambar di depan grafik indeks saham di Korsel (AP Photo/Ahn Young-joon)

VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia Selasa ini ditutup sedikit melemah. Tidak sedikit dari para investor yang justru lebih khawatir pada prospek pemulihan ekonomi global ketimbang antusias melihat sejumlah data positif perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Di bursa Hong Kong, indeks Hang Seng turun 6,31 poin (kurang dari 0,1 persen) menjadi 20.237,44. Begitu pula dengan indeks Kospi di Korea Selatan, turun 0,7 persen menjadi 1.595,81.

Indeks di bursa China juga melemah, yaitu sebesar 4,63 poin (0,2 persen) menjadi 2.936,73. Indeks di bursa India, Taiwan, dan Singapura juga melemah. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 di bursa Jepang naik 166,07 poin (1,6 persen) menjadi 10.371,09. Kenaikan juga melanda indek saham di Australia.

Menurut kalangan pengamat, para investor di bursa-bursa Asia pada sesi-sesi awal perdagangan sebenarnya turut antusias atas kabar dari AS, yang menunjukkan naiknya indeks kinerja manufaktur, pendapatan personal, dan tingkat belanja konsumen. Laporan ini menyusul naiknya tingkat pertumbuhan ekonomi AS berdasarkan produk domestik bruto selama triwulan keempat 2009, yang diumumkan Jumat pekan lalu.

Namun, berdasarkan situasi yang kurang menggembirakan di level domestik dan kekhawatiran atas kebijakan uang ketat di China membuat para investor di beberapa bursa Asia melepas saham secara massal jelang penutupan transaksi.

Di perdagangan valuta asing, kurs dolar atas yen menguat dari 90,59 yen menjadi 90,75 yen. Sebaliknya, kurs euro melemah menjadi US$1,3922. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ