Dunia

RI, Malaysia Kembali Bicarakan Hak Pembantu

Sejak tahun lalu Indonesia berhenti kirim pembantu rumah tangga ke Malaysia

Senin, 1 Februari 2010, 12:30 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Para tenaga kerja perempuan Indonesia di penampungan (AP Photo)

VIVAnews - Malaysia berharap pertemuan komite kerja mengenai rekrutmen dan penempatan pekerja domestik asal Indonesia, yang dilanjutkan bulan ini, akan bisa menyelesaikan beberapa isu utama. Pasalnya, isu penempatan pembantu rumah tangga asal Indonesia ke Malaysia masih belum memuaskan kedua pihak.

Demikian ungkap Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dr S. Subramaniam. "Ada satu atau dua persoalan utama, diantaranya mengenai gaji dan penghentian pengiriman pembantu rumah tangga dari negara asal. Kami harap persoalan tersebut akan segera diatasi," kata Subramaniam, Minggu 31 Januari 2010, seperti dikutip dari laman harian Malaysia, The Star.

Subramaniam mengatakan, Malaysia juga menawarkan kesempatan kerja bagi mereka dari Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Sri Lanka, untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Baru-baru ini, saya mengunjungi Kamboja dan mereka memiliki program yang sangat terstruktur bagi pembantu rumah tangga yang akan bekerja di luar negeri, termasuk mengenalkan budaya negara tujuan," katanya.

Sejak 25 Juni 2009, pemerintah Indonesia menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Malaysia menyusul banyaknya kekerasan menimpa pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Pengiriman akan kembali berlangsung bila sudah ada kesepakatan yang memuaskan dari kedua negara mengenai penempatan dan perlindungan pembantu rumah tangga Indonesia di Negeri Jiran.

Pada 2 September 2009, Malaysia dan Indonesia sepakat untuk memberikan satu hari libur dalam sepekan kepada pembantu rumah tangga asal Indonesia. Mereka juga diizinkan memegang paspor masing-masing selama bekerja di Malaysia. Saat ini, sekitar 80 persen pembantu rumah tangga di Malaysia berasal dari Indonesia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ