Dunia
Pertemuan Badan PBB Urusan Pendidikan

Pendidik asal RI Dipercaya Masuk UNESCO

Terpilihnya Arief Rahman sekaligus telah menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional

Senin, 1 Februari 2010, 01:02 WIB
Renne R.A Kawilarang
Logo UNESCO  

VIVAnews - Tokoh pendidik, Profesor Dr. Arief Rachman, terpilih sebagai anggota Grup Administratif pada Dewan Pendidikan International dari Badan PBB Urusan Pendidikan dan Kebudayaan (IBE-UNESCO) untuk masa jabatan dua tahun. Pemilihan berlangsung pada saat Sidang ke-59 IBE-UNESCO yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, 27-29 Januari 2010.

Menurut Kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, tugas-tugas yang diemban oleh para anggota administrative group IBE-UNESCO adalah memilih dan menentukan sejumlah prioritas yang akan menjadi program kerja IBE UNESCO untuk periode satu tahun. Mereka juga harus melakukan pembahasan program kerja, anggaran dan penyusunan agenda-agenda Sidang Dewan IBE-UNESCO.

"Terpilihnya Arief Rahman sekaligus telah menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional akan peran dan kontribusi Indonesia dalam pembahasan isu-isu pendidikan, yang menjadi kepentingan dan perhatian masyarakat internasional," kata Achsanul Habib, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa.

Sidang ke-59 IBE UNESCO kali ini telah membahas sejumlah isu pendidikan, antara lain mengenai pembentukan kelompok kerja dalam menuntaskan strategi IBE-UNESCO mengenai hal-hal yang berurusan dengan kurikulum. Selain itu juga dibahas aktivitas-aktivitas IBE-UNESCO selama periode 2009 dan penyusunan rencana aktivitas IBE-UNESCO pada tahun 2010.

Sidang juga telah melakukan diskusi mengenai pendidikan inklusif dengan terfokus pada pengembangan kurikulum.

Delegasi Indonesia pada Sidang ke-59 IBE UNESCO ke-59 dipimpin oleh Profesor Dr. Arief Rachman, dan beranggotakan Dubes/Wakil RI untuk UNESCO, Dr. Tresna D. Kunaefi, dan unsur PTRI Jenewa. Sidang juga telah memutuskan bahwa Pertemuan IBE ke-60 akan diselenggarakan di Jenewa pada tanggal 26-28 Januari 2011.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Selena
01/02/2010
semoga kabar baik ini memberi dampak yang sangat besar (postif) bagi pendidikan di indonesia
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ