Dunia

Warga AS Tak Percaya Pemanasan Global

Jumlah warga AS yang tak mempedulikan isu pemanasan global meningkat drastis.

Sabtu, 30 Januari 2010, 18:31 WIB
Elin Yunita Kristanti, Muhammad Chandrataruna
Gunung es di Antartika mencair (Corbis)

VIVAnews - Menurut survey terbaru oleh sejumlah peneliti di universitas Yale & George Mason, warga Amerika Serikat dianggap kurang peduli bahkan tidak peduli dengan isu pemanasan global.

Menurut survey tersebut, hanya sekitar separuh dari orang Amerika yang sekarang mengatakan "agak" sampai "sangat" khawatir dengan isu pemanasan global. Sungguh ironis, angka ini merosot 63 persen dibandingkan riset serupa di tahun lalu.

Memang, hanya sekitar 57 persen yang mempercayai hal itu akan terjadi, turun 14 persen ketimbang tahun 2009. Dan, sekarang hanya sebagian kecil yang setuju kalau ini disebabkan oleh aktivitas manusia.

Namun demikian, ironis sekali ketika diketahui jumlah warga AS yang tak mempedulikan isu pemanasan global meningkat sangat drastis belakangan ini. Sayangnya, sebagian besar responden percaya bahwa mereka akan diterbangkan ke suatu tempat yang lebih aman nantinya.

"Meskipun bukti-bukti ilmiah akibat isu pemasanan global mulai nampak serius di seluruh dunia, opini publik di AS justru bergerak ke arah yang berlawanan," kata Anthony Leiserowitz, Direktur Yale Project of Climate Change, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Sabtu 30 Januari 2010.

"Sepanjang tahun lalu, Amerika Serikat telah mengalami peningkatan pengangguran sampai frustasi dengan Washington karena krisis finansial, yang mendorong perubahan pemberitaan pemberitaan media massa," kata Leiserowitz.

"Ditambah lagi, ada kasus tentang satu set email dari ilmuan iklim yang dicuri para kritikus, yang lantas jadi dasar bahwa klaim perubahan iklim ternyata mengandung banyak kesalahan. Hal ini menyebabkan erosi kepercayaan publik terhadap riset para ilmuan iklim," terangnya.

Survey ini memang menunjukkan bahwa publik tak peduli lagi dengan pendapat ilmiah yang disiarkan para ilmuan. Jumlah orang Amerika yang percaya bahwa pemanasan global akan terjadi turun sekitar 34 persen.

Sementara itu, ditemukan 40 persen responden kini percaya ada ketidaksepakatan antarilmuwan tentang terjadinya pemanasan global.

"Bukti-bukti ilmiah sudah sangat jelas, perubahan iklim adalah kenyataan yang akan terjadi. Ini semua ulah manusia dan ancaman serius untuk masyarakat di Amerika dan seluruh dunia," kata Edward Maibach, direktur Center for Climate Change Communication di Universitas George Mason.

"Erosi kepercayaan sekaligus perhatian publik tentang pemanasan global harusnya memanggil orang-orang dan organisasi untuk lebih gencar mengedukasi publik tentang isu penting ini," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ipudh . '
25/04/2010
emang zaman tuh udaa tlaluu tua . cepet2 deh taubat sebelum terlambat . n ygss penting warga dunia sadar akan bahaya pemanasan global . mending balik aggy ke zaman dulu aggy deh biar murni polusinya gg kaiia zaman skaranggs
Balas   • Laporkan
ZTM
25/03/2010
memang'y yg mengatakn tidak percaya itu, sudah mempunyai bukti yang kuat... yang penting, kita berusaha,untuk mencegah ini semua . .
Balas   • Laporkan
junaidi
31/01/2010
manusia yahudi akan sadar biasanya setelah negerinya hancur sama seperti pada zaman dami musa, mereka tidak percaya bahwa musa adalah nabi dan selalu menghianati, itu juga yg terjadi saat ini di amerika mereka percaya pemanasan global setelah adanya badai
Balas   • Laporkan
wedha hidayat
31/01/2010
Manusia baru akan percaya dengan penting nya kepedulian mengenai Climate Change & global warming, ketika bumi ini sudah tenggelam
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ