VIVAnews - Topik memerangi pemanasan global dan melindungi lingkungan mendominasi pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Jumat 29 Januari 2010, satu bulan setelah konferensi PBB mengenai perubahan iklim berakhir tanpa kesepakatan mengikat untuk memangkas emisi gas rumah kaca.
Presiden Meksiko Felipe Calderon yang negaranya menjadi penyelenggara konferensi iklim akhir tahun ini, memaparkan ide-idenya dalam sesi khusus untuk mengeksplor apa yang akan dibahas dalam perundingan iklim berikutnya. Pimpinan Renault-Nissan, Carlos Ghosn, yang merintis mobil elektrik, juga hadir.
Hari ini, pendiri Microsoft, Bill Gates, berbicara mengenai bagaimana menyasar bantuan pembangunan global. Dia juga diharapkan akan mengumumkan penemuan baru untuk membawa vaksin-vaksin ke negara-negara miskin.
Sedangkan Yvo de Boer, ketua Framework Convention on Climate Change PBB mengatakan bahwa skandal baru-baru ini mengenai data perubahan iklim tidak mendiskreditkan pandangan bahwa pemanasan global ada dan harus diatasi. "Apa yang terjadi (kesalahan data perubahan iklim) sangat keliru, salah, buruk, tapi tidak akan menghancurkan ilmu pengetahuan dasar," kata De Boer.
Sekitar 2.500 pebisnis dan tokoh politik berbagai negara bertemu di Davos setiap tahun untuk mendiskusikan berbagai persoalan global. Tahun ini, Forum Davos berlangsung selama lima hari untuk membicarakan reformasi keuangan, strategi pencipataan lapangan kerja dan elemen kunci lain mengenai pemulihan ekonomi. (AP)