VIVAnews - Terpisahkan dari orang tua dan saudara tercinta saat tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam tidak menyurutkan semangat dan motivasi Rahmat dan Mikial Maulika untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Sejak September 2009, Rahmat dan Maulika mulai mengikuti pendidikan di Unversitas Waseda, Tokyo, Jepang, atas beasiswa Yayasan Ashinaga.
Saat ini, di universitasnya, Rahmat menekuni jurusan hubungan internasional dan Maulika mengikuti pendidikan jurnalis. Rahmat dan Maulika, yang merupakan anak yatim, tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan karena mereka menyadari bahwa terdapat anak-anak yatim lain yang hidupnya lebih sulit dan masih memiliki semangat untuk meneruskan pendidikan.
Menurut pantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, selama tinggal di Jepang Rahmat dan Maulika berinteraksi dengan kawan-kawan mahasiswa dari berbagai negara dan lingkungan sekitar.
Suasana itu memberikan banyak pemahaman bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, mereka ingin menggunakan kesempatan beasiswa di Jepang untuk memperoleh pendidikan dan masa depan sesuai dengan keinginan mereka.
Mereka juga mendengar bahwa telah terjadi bencana gempa dahsyat di Haiti yang menelan korban jiwa sampai ratusan ribu orang. Menurut Rahmat dan Maulika, mereka memahami bagaimana perasaan para korban di Haiti ketika terjadi bencana gempa sebagaimana mereka juga menjadi korban bencana tsunami yang melanda Aceh 5 tahun silam.
Tergerak untuk membantu meringankan penderitaan para korban, Rahmat berinisiatif mengajak Maulika dan rekan-rekan sesama mahasiswa serta masyarakat di lingkungan sekitar untuk melakukan aksi solidaritas pengumpulan dana. Sumbangan itu akan dikirim ke wilayah yang tertimpa musibah di Haiti, negara miskin di kawasan Kepulauan Karibia, Amerika Tengah.
Semangat pantang menyerah dalam menuntut ilmu namun masih sempat untuk membantu dan peduli terhadap sesama manusia menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekan dan masyarakat di Jepang yang kesehariannya selalu disibukkan dengan aktivitas pribadi.
Upaya Rahmat dan Maulika merupakan salah satu contoh teladan mahasiswa Indonesia yang berkat ketegaran, cita-cita dan tekadnya tidak terlarut dalam kesedihan yang menimpa mereka namun dapat bangkit dan menjadi inspirasi dalam lingkungan mereka untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.