Dunia

Osama Bin Laden Ancam Barack Obama

Osama memperingatkan Barack Obama, akan ada lagi serangan teroris di Amerika Serikat.

Senin, 25 Januari 2010, 07:18 WIB
Elin Yunita Kristanti
Osama bin Laden (AP Photo)

VIVAnews - Gembong teroris nomor Wahid, Osama bin Laden memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akan ada lagi serangan teroris di Amerika Serikat.

Kecuali, jika Obama melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan situasi kacau di Palestina.

Seperti dimuat laman TV Al Jazeera, Osama juga memuji bomber asal Nigeria yang mencoba meledakan Detroit di Hari Natal.

"Amerika jangan pernah bermimpi untuk hidup damai jika tak ada kedamaian di Palestina. Tak adil Anda menikmati kenyamanan sementara saudara-saudara kita di Gaza sangat menderita," kata Osama dalam pesannya pada Amerika Serikat.

"Maka dari itu, dengan kehendak Tuhan, kami akan meneruskan serangan, jika Anda [AS] terus memberikan dukungan pada Israel."

"Jika memungkinkan untuk menyampaikan pesan kami melalui kata-kata, kami tak akan mengirimkan ini melalui pesawat [teror]," lanjut Osama.

Menanggapi 'pesan' Osama, pemerintahan Obama mengatakan intelijen belum mengkonfirmasi apakah benar suara dalam rekaman itu adalam Osama bin laden.

Penasihat senior Obama, David Axelrod kepada CNN, mengatakan jika benar suara itu adalah Osama, pesan itu hanya berisi pembenaran terhadap aksi teroris.

"Ironisnya, dalam serangan-serangannya, dia membunuh lebih banyak kaum muslim daripada yang beragama lain. Osama adalah pembunuh," kata Axelrod.

Sementara, penulis buku 'Dining with Terorist', Phil Rees mengatakan Osama pintar memilih momentum. Pesan Osama disampaikan saat Obama mengalami permasalahan di dalam negerinya.

Sementara, analis politik, Azzam Tamimi, inti pesan itu sederhana, Osama memanfaatkan isu Palestina untuk mengajak umat muslim melawan Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan Hamas? Menurut juru biccaranya, Osama Hamdan, saat ini masyarakat Palestina fokus melawan pendudukan Israel.

"Semua orang tahu, kebijakan AS menciptakan masalah besar di sini. Tapi, kami tahu jelas siapa musuh kami - penjajahan Israel," tambah dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
acbar
05/03/2010
gimana mau damai, sementara saudara-saudara kita disana di bantai. HANYA ORANG ISLAM YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENDUKUNG PALESTINA!!!
Balas   • Laporkan
ryan
27/01/2010
wong semua org tau dan dpt menilai yg baik / buruk. osama membawa2 isu palestina, menimbulkan rasa dendam & benci.
Balas   • Laporkan
identity
27/01/2010
istiqomah:he??kalau semua manusia itu berasal dari satu pasangan manusia,,yaitu adam dan hawa,,berarti kita semua ini sekandung dong..terus berarti kalau ada pernikahan,,berarti pernikahan sedarah donk!!kan gak boleh...heu heu seharusnya anak2 dan cucunya
Balas   • Laporkan
tripoepoe
26/01/2010
hidup perdamaian...
Balas   • Laporkan
Ainur
26/01/2010
Obama dan teman-temannya harus menarik pasukan dari Afghanistan beserta negara-negara Islam sekarang juga! Supaya enggak diserang lagi. Israel The Real Terorist!
Balas   • Laporkan
chayankQ
26/01/2010
ckckckckck...... hare gene masih perang gr" agama..? hhmm.. pada ga pnya kemaluan x y..? ~_~a
Balas   • Laporkan
iwan
25/01/2010
memang sudah digariskan dalam Quran bahwa bangsa yahudi dgn islam tdk akan damai sampai akhir jaman
Balas   • Laporkan
judy
25/01/2010
Memang tidak adil amerika yang banyak membunuh kaum muslimin dan menimpakan kesalahannya pada Aqaidah aau jaringannya hitunglah berapa banyak orang yang dibunuh amerika
Balas   • Laporkan
iwan
25/01/2010
jangan berperang terus, damailah. dendam tak akan berkesudahan..menahan amarah awal kedamaian.
Balas   • Laporkan
istiqomah
25/01/2010
Ccckk.ckk ..lha wong semua manusia dullunya ya dari satu adam dan hawa..semua saudara kita..kok yo ada yang masih gontok-gontokan, membedakan ras , suku dan agama..bersatulah wahai saudara saudaraku..!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ