VIVAnews - Gembong teroris nomor Wahid, Osama bin Laden memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akan ada lagi serangan teroris di Amerika Serikat.
Kecuali, jika Obama melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan situasi kacau di Palestina.
Seperti dimuat laman TV Al Jazeera, Osama juga memuji bomber asal Nigeria yang mencoba meledakan Detroit di Hari Natal.
"Amerika jangan pernah bermimpi untuk hidup damai jika tak ada kedamaian di Palestina. Tak adil Anda menikmati kenyamanan sementara saudara-saudara kita di Gaza sangat menderita," kata Osama dalam pesannya pada Amerika Serikat.
"Maka dari itu, dengan kehendak Tuhan, kami akan meneruskan serangan, jika Anda [AS] terus memberikan dukungan pada Israel."
"Jika memungkinkan untuk menyampaikan pesan kami melalui kata-kata, kami tak akan mengirimkan ini melalui pesawat [teror]," lanjut Osama.
Menanggapi 'pesan' Osama, pemerintahan Obama mengatakan intelijen belum mengkonfirmasi apakah benar suara dalam rekaman itu adalam Osama bin laden.
Penasihat senior Obama, David Axelrod kepada CNN, mengatakan jika benar suara itu adalah Osama, pesan itu hanya berisi pembenaran terhadap aksi teroris.
"Ironisnya, dalam serangan-serangannya, dia membunuh lebih banyak kaum muslim daripada yang beragama lain. Osama adalah pembunuh," kata Axelrod.
Sementara, penulis buku 'Dining with Terorist', Phil Rees mengatakan Osama pintar memilih momentum. Pesan Osama disampaikan saat Obama mengalami permasalahan di dalam negerinya.
Sementara, analis politik, Azzam Tamimi, inti pesan itu sederhana, Osama memanfaatkan isu Palestina untuk mengajak umat muslim melawan Amerika Serikat.
Bagaimana tanggapan Hamas? Menurut juru biccaranya, Osama Hamdan, saat ini masyarakat Palestina fokus melawan pendudukan Israel.
"Semua orang tahu, kebijakan AS menciptakan masalah besar di sini. Tapi, kami tahu jelas siapa musuh kami - penjajahan Israel," tambah dia.