Dunia

Es Himalaya Raib pada 2035, Ups! Salah

Panel perubahan iklim PBB mengaku bersalah memprediksi pemanasan global di Himalaya.

Kamis, 21 Januari 2010, 11:25 WIB
Elin Yunita Kristanti, Harriska Farida Adiati
  (calstatela.edu)

VIVAnews - Panel perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku bersalah memprediksi pemanasan global di Himalaya. Para  ilmuwan anggota panel pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tersebut diharuskan meminta maaf dan berjanji akan lebih hati-hati.

Dalam laporan resmi mengenai pemanasan global, ditemukan lima kesalahan nyata dalam satu paragraf. Kesalahan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2007 itu muncul dalam subseksi yang menyatakan bahwa gletser di Himalaya akan meleleh habis pada 2035, ratusan tahun lebih awal dibanding data yang tepat.

Data yang benar menunjukkan pencairan Himalaya adalah pada 2350, yang sepertinya ditulis menjadi 2035.

Panel perubahan iklim dan bahkan ilmuwan yang mempublikasikan kesalahan itu mengatakan, paragraf yang memuat kesalahan kesalahan tersebut tidak signifikan bila dibanding dengan keseluruhan isi laporan. Kesalahan itu juga tidak disengaja. Mereka juga tidak menarik pendapat mengenai fakta bahwa glasier mencair lebih cepat.

Namun kesalahan-kesalahan tersebut membuka pintu bagi segala macam serangan dan keraguan mengenai perubahan iklim. "Kredibilitas IPCC bergantung pada kecermatan. Dan itu merupakan prosedurnya," kata Yvo de Boer, kepala Framework Convention on Climate Change PBB kepada Associated Press melalui surat elektronik.

"Prosedur tersebut telah dilanggar dalam kasus ini. Itu bisa bisa dibiarkan terjadi lagi karena kredibilitas kebijakan perubahan iklim hanya bisa didasarkan pada ilmu pengetahuan yang kredibel," lanjutnya.

Insiden ini terjadi selepas kesalahan pada tahun lalu mengenai publikasi kebocoran e-mail. E-mail tersebut berisi perbicangan ilmuwan-ilmuwan iklim untuk membatasi data dan mengesampingkan keraguan akan pemanasan global.

Di atas itu semua, cuaca dingin hebat yang kini melanda semua negara, memicu tanda tanya besar, apakah  pemanasan global benar-benar ada. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yose
29/01/2010
Bukannya 2012
Balas   • Laporkan
nopryan ekadinata
21/01/2010
kita ambil positifnya aja...... bisa jadi itu terjadi lebih cepat dari dugaan kita.............kita tidak tau persis kapan itu terjadi......yang kita mesti lakukan sekarang yaitu rawat bumi kita,untuk anak cucu kita.........back to nature...........go gre
Balas   • Laporkan
nicky
21/01/2010
sunatullah bahwa alam ini suatu saat nanti pasti akan binasa.yang jlas kita akan lebih dlu hilang dari peredaran. siapkan diri !
Balas   • Laporkan
jemmy
21/01/2010
betul , mau cair tahun 2035 atao 2350 , mau kiamat 2012 biarin aja deh yang penting sekarang urusin urusan sendiri selagi masih hidup , gitu aja kok dipikirin.......
Balas   • Laporkan
Anang w
21/01/2010
Yahhhhhh.... Namanya orag kan tempatnya kesalahan..... ya maklum lahhh.... apa lagi yang membuat Prediksi juga, gak mungkin bertahan hidup sampai hasil yang di prediksikannya... wong namanya juga Prediksii...
Balas   • Laporkan
moko
21/01/2010
jangan-jangan century aslinya cuma dapet 1,7 T, berhubung yang ngetik sambil makan kodok goreng, akhirnya tertulis 6,7 T. Yaa... rejekinya Robert Tantular
Balas   • Laporkan
widodo
21/01/2010
Kita serahkan saja pada Allah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ