VIVAnews - Gubernur Kepulauan Mariana Utara, Benigno Fitial, kini mendapat sorotan tajam dari penduduk setempat. Pasalnya dia, ketahuan meminta seorang perempuan napi untuk dibebaskan sementara demi memijat tubuhnya.
Fitial mengaku telah menyuruh pejabat lembaga pemasyarakatan Dolores Aldan untuk melepas seorang napi asal China dari penjara pada 8 Januari lalu untuk sementara waktu. Napi berusia 28 tahun bernama Qing Mei Cheng itu tadinya keburu senang bahwa dia akan keluar dari penjara.
Namun, begitu berada di luar penjara, Qing disuruh masuk ke sebuah mobil dan kemudian diantar ke kediaman gubernur. Rupanya Qing mendapat tugas untuk memijat tubuh pak gubernur, yang mengeluh menderita pegal linu di sekujur punggungnya.
Namun, ulah pak gubernur itu terendus oleh media setempat dan melaporkan ke publik. Para pejabat dan politisi pun geram dan meminta agar Fitial diadili.
Fitial dituding telah semena-mena mengeksploitasi tahanan di penjara untuk kepentingan pribadi. Selain itu, dia tidak memberitahu kejaksaan untuk mengajukan pembebasan atas tahanan itu sehingga dia juga dianggap melanggar prosedur.
Hakim pun segera menggelar sidang atas kasus penyalahgunaan jabatan yang diduga dilakukan oleh Fitial. Dia mengaku tidak tahu bahwa si tukang pijit ditahan atas kasus penyelundupan manusia.
Terletak di Samudra Pasifik, Mariana Utara merupakan bagian dari Kepulauan Mariana yang dikendalikan oleh Amerika Serikat. (AP)