Dunia
Malaysia

Akibat Kasih Tip,Miliarder Uang Palsu Dicokok

Setelah dihitung, jumlah uang palsu itu US$66 juta (sekitar Rp 606,8 miliar)

Jum'at, 15 Januari 2010, 13:27 WIB
Renne R.A Kawilarang
Seorang pakar membandingkan uang dolar asli (bawah) dengan yang palsu (atas) (AP Photo/Lee Jin-man)

VIVAnews - Seorang pemilik uang palsu puluhan juta dolar di Malaysia membuat kesalahan fatal nan konyol. Mentang-mentang sudah merasa kaya, pria itu memberi tip kepada seorang staf hotel berupa selembar uang kertas palsu.

Demikian ungkap pejabat polisi di Kuala Lumpur, Jumat 15 Januari 2010. Kepala Unit Kejahatan Komersial dari Kepolisian Kuala Lumpur, Izany Abdul Gany, mengungkapkan bahwa peristiwa itu berlangsung Minggu, 10 Januari 2010, di suatu hotel.

Pengelola hotel melapor ke polisi bahwa seorang staf urusan kebersihan kamar menerima tip berupa selembar uang pecahan US$500 dari seorang tamu asal Lebanon. Saat ingin ditukar ke pedagang valuta asing, uang kertas itu ternyata palsu.

Begitu mendapat laporan, polisi akhirnya merangsek ke kamar tamu yang bersangkutan. Di dalam kamar itu, polisi menemukan tumpukan uang kertas palsu dolar Amerika. Setelah dihitung, jumlahnya US$66 juta (sekitar Rp 606,8 miliar).

Menariknya, polisi menemukan tumpukan uang dolar palsu dengan berbagai nominal, yaitu US$1 juta, US$100.000, dan US$500. 

Menurut keterangan Departemen Keuangan AS, uang pecahan US$500 terakhir kali dicetak pada 1945 dan tidak lagi digunakan di banyak tempat. Kini, uang kertas pecahan terbesar yang dicetak pemerintah AS dan berlaku di seluruh dunia adalah US$100. 
  
Menurut Gany, pria itu kini mendekam di tahanan dan terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun bila di sidang pengadilan terbukti bersalah memiliki uang palsu dalam jumlah besar. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ