VIVAnews - Indonesia akan mengirim tim beranggotakan 75 personel untuk membantu para korban gempa bumi di Haiti. Ke-75 personel itu berasal dari berbagai instansi terkait dalam pemberian bantuan darurat.
Demikian ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah. "Mereka antara lain staf polisi dari unit identifikasi korban, departemen kesehatan, dan dua staf deplu yang akan membantu tim berkoordinasi dengan koordinator PBB dan pihak-pihak lain," kata Faizasyah dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 15 Januari 2010.
Sebelum berangkat, Jumat siang para anggota tim relawan akan bertemu untuk berkoordinasi. "Saya tidak tahu kapan mereka berangkat karena koordinasi dilakukan oleh Badan Koordinator Penanggulangan Bencana Menko Kesra (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat)," kata Faizasyah.
Selain tenaga trampil, bantuan berupa barang siap pakai antara lain tenda, pakaian alat pembersih air, makanan siap saji, obat-obatan, yang beratnya antara 25-30 ton.
"Nilai bantuan tidak bisa saya sebutkan karena itu di bawah koordinasi menko kesra. Detail tanyakan pada Badan Koordinasi Penanggulan Bencana," kata Faizasyah. Menurut rencana, tim sudah berada di lokasi bencana dalam jangka waktu dua pekan.
Tim akan berangkat dengan pesawat carter, tetapi akan kembali dengan pesawat reguler. Biaya dikeluarkan dari anggaran pemerintah sendiri.
"Kita negara yang pernah menerima bantuan saat bencana, itu biaya dari mereka sendiri," kata Faizasyah.
Gempa bumi berkekuatan 7 pada Skala Richter yang mengguncang Haiti Selasa lalu menimbulkan kerusakan yang dahsyat. Saat evakuasi korban dari reruntuhan bangunan terus berlangsung, Palang Merah Internasional memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai 50.000 jiwa.