VIVAnews - Miep Gies, perempuan yang menyembunyikan keluarga Yahudi dan menyelamatkan catatan harian Anne Frank, meninggal dunia pada Senin kemarin karena sakit.
Gies adalah salah satu dari satu tim warga negara Belanda yang menyembunyikan keluarga Frank dan empat orang lainnya dalam sebuah paviliun rahasia di Amsterdam, Belanda, selama Perang Dunia II. Dia bekerja sebagai sekretaris untuk ayah Anne Frank, Otto.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, keluarga Frank tinggal di kamar rahasia dari Juli 1942 hingga 4 Agustus 1944. Mereka ditangkap oleh Gestapo dan kepolisian Belanda setelah dikhianati oleh seorang informan.
Dua dari kelompok Gies juga ditangkap hari itu juga, tetapi Gies dan temannya, Bep Voskuijl, ditinggalkan. Mereka kemudian menemukan catatan milik Anne yang saat itu berusia 14 tahun.
Anne menuliskan kisah pilu selama dua tahun bersembunyi dan ketakutan yang menyergapnya. Dia juga menuliskan perasaan anggota keluarga lain menurut pendapatnya, perasaannya pada temannya yang juga bersembunyi, Peter van Pels, dan mimpinya untuk menjadi penulis profersional.
Dia juga menuliskan nama-nama orang Belanda yang membahayakan diri mereka untuk menjaga kerahasiaan keluarga Frank.
Diary itu disimpan di laci meja Gies, lalu dikembalikan ke Otto Frank saat dia kembali pasca perang. Anne tewas di kamp konsentrasi Bergen-Belsen, Jerman, pada 1945. Ayahnya menerbitkan diari Anne dengan judul "The Secret Annex" pada 1947.