Dunia
Ancaman Terorisme

AS Belum Berencana Kirim Tentara ke Yaman

AS telah mengirimkan bantuan militer senilai US$70 juta kepada Yaman untuk tumpas teroris

Senin, 11 Januari 2010, 13:15 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Pasukan AS di Irak (AP Photo/Petros Giannakouris)

VIVAnews - Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat (AS) saat tidak punya rencana untuk mengirim pasukan ke Yaman, yang kini turut menjadi basis kelompok teroris al-Qaeda (al-Qaida). Pasalnya, Obama menilai bahwa pusat aktivitas kelompok teroris Al Qaeda terletak di sepanjang perbatasan Afganistan dan Pakistan.

Dalam wawancara dengan majalah People, Minggu 10 Januari 2010, Obama juga mengatakan tidak berniat mengirim pasukan ke Somalia. "Saya tidak punya maksud menerjunkan militer Amerika Serikat ke kedua negara tersebut," kata Obama seperti dikutip laman harian New York Times.

Namun pemerintahan Obama berupaya lebih memperjuangkan kerja sama internasional dan bukan tindakan militer untuk mengatasi persoalan di Yaman. "Saya tidak pernah mengesampingkan segala kemungkinan yang akan terjadi di dunia yang serumit ini," kata Obama.

"Tapi, di negara-negara seperti Yaman, di negara-negara seperti Somalia, saya kira bekerja sama dengan mitra internasional adalah cara yang paling efektif saat ini," tambah Obama.

Pada November 2009, Obama mengumumkan akan mengirim lebih dari 30.000 pasukan ke Afganistan untuk memerangi teroris. Namun kurang dari satu bulan kemudian, kelompok Al Qaeda di Semenanjung Arab tiba-tiba menjadi perhatian dunia karena seorang pria Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab, yang gagal meledakkan pesawat di Detroit pada Hari Natal lalu mengatakan bahwa dia mendapat pelatihan dari kelompok Islam garis keras di Yaman.

Para pemimpin di Yaman sendiri sudah menyatakan dengan jelas bahwa mereka menentang keberadaan pasukan AS di tanah mereka. Namun, para pakar keamanan mengatakan bahwa pemerintah Yaman terlalu lemah untuk menumpas elemen teroris secara efektif.

AS telah mengirimkan bantuan militer senilai US$70 juta kepada Yaman. Angka itu direncanakan akan naik dua kali lipat tahun ini. Beberapa bulan belakangan, Yaman juga semakin gencara menyerang tempat-tempat persembunyian militan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ