VIVAnews - Pemerintah Indonesia akan semakin meningkatkan hubungan kerja sama dengan Jepang. Peningkatan kerja sama ini meliputi lima sektor yakni perdagangan, investasi, energi, infrastruktur, dan industri.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, peningkatan hubungan kerja sama Indonesia-Jepang antara lain bisa terlihat dengan adanya agenda dialog, Forum Ekonomi bersama Indonesia-Jepang yang digelar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin 11 Januari 2009.
Hadir dalam pertemuan ini Duta Besar Jepang Koijiro Shiojiri, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Masayuki Naoshima, Wakil Menteri METI Hiroyuki Ishige, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar. Hadir pula perwakilan pengusaha Indonesia dan Jepang.
Menurut Hatta pertemuan pagi ini merefleksikan antusiasme kedua negara dalam mendukung dan memperkuat hubungan bilateral.
Hatta mengatakan, sebelum pertemuan ini pemerintah Indonesia juga telah menjalin hubungan sejak 2005 antara lain dalam bentuk strategic action plan dan juga Indonesia Jepang Partnership Agreemnet. Kemudian pada 2007, Presiden Indonesia juga pernah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang.
Pada 10 Desember 2009 lalu, Pertemuan lanjutan Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Jepang, di Bali semakin mmeperteguh kedua pemerintahan. "Ini semua untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara yang baik dan menguntungkan," kata Hatta dalam sambutan.
"Tidak ada keraguan, Jepang merupakan mitra ekonomi utama, perdagangan terbesar, sumber investasi dan pemberi bantuan terbesar," katanya.
"Indonesia punya potensi besar, Jepang punya teknologi maju. Jadi hubungan kemitraan Indonesia, Jepang sangat penting dan strategis."
Melalui forum ini, Hatta melanjutkan, antara pemerintah Indonesia dan Jepang, juga pengusaha dua negara. Dalam forum ini juga diharapkan terjadi pertukaraan informasi peluang dalam banyak bidang.
Salah satu topik adalah penyusunan koridor ekonomi Indoneisa menjadi bentuk nyata antara Indoensia-Jepang dalam pembangunan infrastruktur dan kawasan tertentu.
hadi.suprapto@vivanews.com