VIVAnews - Pembunuhan seorang mahasiswa India di Australia memicu reaksi dari pemerintah India dengan mengeluarkan peringatan bagi mahasiswa/i India untuk belajar di negeri Kanguru tersebut.
Nitin Garg, mahasiswa India berusia 21 tahun, tewas ditikam pada Sabtu malam pekan lalu di Melbourne saat dia sedang berjalan dari stasiun kereta ke taman kota.
Pernyataan dari kementerian India untuk urusan Dalam Negeri, berbunyi: "Sementara mayoritas pelajar India belajar di Australia, terutama mereka yang mendaftar ke universitas dan institusi bermutu baik, memiliki pengalaman positif tinggal dan belajar di Australia, angka kejadian penyerangan, termasuk perampokan, beberapa bulan ini meningkat. Kejadian itu tidak hanya mempengaruhi pelajar-pelajar India, tetapi juga anggota komunitas India di Australia dalam skala lebih besar."
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, Deputi Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, menyangkal anggapan bahwa Australia tidak aman bagi pelajar dari negara lain. "Australia adalah negara yang sangat aman. Dalam standar dunia, tingkat bunuh diri di Australia sangat rendah," kata Gillard kemarin. "Di kota-kota besar di dunia, kami melihat kejadian kekerasan dari waktu ke waktu; itu terjadi di Melbourne, Mumbai, New York, London," tambah Gillard.
Meski pemerintah Australia sudah mengeluarkan jaminan keselamatan, India mengeluarkan daftar pencegahan bagi para pelajar India yang belajar di Australia. Peringatan itu antara lain ketika bepergian, pelajar India tidak diperkenankan pergi sendiri, ambil rute yang aman, dan jangan membawa terlalu banyak uang tunai atau benda-benda mahal seperti iPods atau laptop.
Dalam beberapa tahun terakhir, Australia dirasa kurang aman bagi pelajar India. Selama periode satu bulan pada musim panas lalu, sedikitnya 10 pelajar India diserang. Kejadian yang paling parah adalah kasus penyerangan yang menyebabkan seorang pelajar India berada dalam kondisi koma, dan kasus yang terjadi pekan lalu saat seorang pelajar ditikam hingga tewas. Belasan pelaku penyerangan sudah ditangkap.