VIVAnews - Perdana Menteri Inggris Gordon Brown memerintahkan peninjauan ulang aturan keamanan bandar udara Inggris. Perintah ini dikeluarkan setelah percobaan pengeboman pesawat di Detroit, Amerika Serikat (AS), 25 Desember 2009 lalu.
Dalam peristiwa itu, Umar Farouk Abdul Mutallab membawa masuk bahan bom dalam pesawat Northwest Airlines rute Amsterdam menuju Detroit. Penumpang asal Nigeria itu berhasil diringkus sebelum berhasil meledakkan bom yang dia racik di toilet pesawat itu.
Brown menilai insiden Detroit menunjukkan pengamanan bandara harus diperketat. Brown mengatakan Inggris akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memeriksa seluruh teknik untuk meningkatkan sistem keamanan bandara.
"Sistem baru akan meliputi teknologi pengendus bahan peledak, pemindai seluruh tubuh, dan teknologi lanjutan sinar X," kata Brown seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Selain itu, Brown juga memperingatkan dunia akan ancaman terorisme internasional. Menurut Brown, dekade baru yang berawal pada 2010 ini berawal seperti awal 2000-an dengan aksi teror al Qaeda.