Dunia

Palestina Peringati Setahun Invasi Israel

Hamas bertekad menggelar peringatan selama 22 hari, sama dengan periode serangan Israel

Senin, 28 Desember 2009, 13:29 WIB
Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Anak-anak Palestina memperingati satu tahun invasi Israel ke Jalur Gaza (AP Photo/Majdi Mohammed)

VIVAnews - Bunyi sirene memecah suasana hening di penjuru Kota Gaza, Palestina, Minggu 27 Desember 2009. Tepat satu tahun lalu, militer Israel memulai serangan terhadap kelompok militan Hamas di Jalur Gaza dengan menjatuhkan banyak bom dari langit.

Stasiun televisi al-Jazeera mengungkapkan, sirene dibunyikan sekitar pukul 11.20 waktu setempat, merujuk jam yang sama dengan awal penyerangan Israel, yang dikenal dengan nama operasi "Cast Lead." Penyerangan Israel berlangsung selama tiga pekan. Serangan itu menimbulkan jumlah korban lebih dari 1.400 orang dari pihak Palestina dan 13 orang dari pihak Israel.

Sebanyak 3.000 anggota kelompok Hamas ikut serta dalam peringatan setahun invasi Israel tersebut. Namun, sebagian besar penduduk di Gaza memilih tidak ikut ambil bagian dalam peringatan itu. Mereka tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dan tidak mempedulikan sirene peringatan.

Beberapa aksi demonstrasi juga mewarnai hari peringatan. Hamas berencana menggelar peringatan selama 22 hari, sama dengan periode serangan Cast Lead.

"Tujuannya mengingatkan dunia bahwa perang yang dimulai akhir tahun lalu serta pembantaian yang dilakukan Israel tanpa alasan jelas," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, Ihab al-Ghussein. "Maka, para pemimpin Zionis Israel harus diadili," kata al-Ghussein.

Sementara itu, Juru Bicara Brigade Al Qassam yang dikenal dengan panggilan Abu Ubaidah mengelak bahwa perang tiga minggu itu berhasil melemahkan perlawanan Palestina. "Perang mempengaruhi kami, tapi kami sanggup bersatu kembali selama perang dan meningkatkan kemampuan milisi yang marjinal. Kami mampu membalas serangan Israel," katanya.

Dr Ahmad Yousof, pejabat senior Hamas dan mantan penasehat Haniya mengatakan gerakan politik terus diupayakan. Pasalnya, serangan Israel mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan korban nyawa.

"Israel gagal memberi alasan serangan. Kami mencoba membantu warga bangkit setelah serangan, tetapi masuk menderita akibat adanya blokade Israel," ungkapnya.

Lembaga advokasi internasional, Human Rights Watch menuding Israel dan Palestina gagal memberi hukuman kepada anggota yang terlibat kejahatan kemanusiaan selama perang.

Politisi Palestina Mustafa Barghoutti dan mantan menteri informasi juga mengkritik Israel. Sebab, Pemerintah Israel dianggap menghalang-halangi pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat perang.

Masjid Ambruk Akibat Serangan Udara Israel di Gaza

Serangan militer Israel menghancur leburkan banyak bangunan di Jalur Gaza, Palestina. (AP/Photo)


"Ada 25.000 rumah yang belum diperbaiki karena Israel tidak mengizinkan bahan bangunan masuk ke Gaza," katanya di Ramallah. Dia mendesak agar pemerintah internasional memberikan tekanan kepada Israel.

"Mengapa negara Eropa dan donor tidak mengirimkan kapal untuk pembangunan infrastruktur. Mereka bisa bekerjasama dengan NATO untuk menjamin keamanan," kata Barghoutti.

Pekan lalu, 16 lembaga kemanusiaan dunia termasuk Amnesti Internasional dan Oxfam mengatakan dunia mengkhianati warga sipil Gaza. Pasalnya, dunia gagal mencegah blokade Israel di kawasan ini.

• VIVAnews
Rating
Komentar
kami akan selalu mendukungmu, paling tidak dengan doa.
Balas   • Laporkan
agus setiono
28/12/2009
Sabarlah wahai saudarku di Palestina... Tegarlah Hamas, tegarlah izudin al qosam seperti ketegaran para jundulah di perang khaibar bangkitlah umat islam dunia bersatula umat islam dunia antum semua adalah semangat baru untuk kebangkitan islam La tah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ