VIVAnews - Demonstrasi berdarah kembali terjadi di ibukota Iran, Teheran. Aksi protes yang berujung pada baku hantam dengan petugas keamanan, Minggu 27 Desember 2009, menewaskan sedikitnya lima orang.
Diantara para korban adalah seorang keponakan laki-laki Mir Hossein Mousavi, tokoh oposisi yang kalah dalam pemilu beberapa bulan lalu. "Ali Mousavi [32 tahun] ditembak di bagian jantung di lapangan Enghelab. Dia kini menjadi martir," demikian laporan laman oposisi Rah-e Sabz, seperti yang dikutip laman harian The Washington Post.
Aksi protes berlanjut dengan pertikaian saat puluhan ribu demonstran berkumpul di suatu lokasi di Teheran. Para demonstran memasang barikade dan melempari para petugas keamanan dengan batu.
Para petugas ini merupakan satuan khusus di bawah komando Korps Garda Revolusi. Membalas lemparan batu para demonstran, satuan khusus itu menembakkan gas air mata dan granat asap.
Tindakan pasukan keamanan itu gagal membubarkan konsentrasi massa, yang ramai-ramai meneriakkan slogan anti pemerintahan presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang dituding menang pemilu Juni lalu dengan cara curang.
Seorang saksi mengungkapkan bahwa baku hantam antara demonstran dengan pasukan keamanan tak terhindarkan. Tak lama kemudian terdengar bunyi tembakan.
Sedikitnya, empat orang langsung tergeletak di Lapangan Vali-e Asr. "Saya melihat polisi anti huru-hara melepaskan tembakan dengan menggunakan pistol," kata seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya. "Seorang perempuan terkena tembakan di bahu, sedangkan tiga lainnya di bagian perut dan kaki. Situasi sangat kacau," lanjut pengakuan saksi.
Kerusuhan juga dilaporkan berlangsung di kota Isfahan dan Najafabad, Iran bagian tengah. Demonstrasi berdarah itu berlangsung saat umat Muslim Syiah di Iran memperingati hari suci Ashura, yang merupakan hari berkabung atas wafatnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad.
Namun, hari suci itu dimanfaatkan para pendukung oposisi untuk terus menyuarakan tentangan atas pemerintahan Ahmadinejad. Sementara itu, belum ada keterangan dari Moussavi mengenai kabar kematian keponakannya dalam demonstrasi itu.