VIVAnews - Sebuah kapal feri tenggelam di sebelah Utara Filipina. Kecelakaan kapal laut kedua kalinya dalam tiga hari terakhir ini menewaskan tiga orang, sedangkan 22 orang lainnya hilang.
Tim pencari dan penyelamat telah mengevakuasi 63 penumpang dan awak kapal MV Baleno-9. Sebuah pernyataan penjaga pantai menyebutkan, tim penyelamat tengah menyisir perairan di sekitar kejadian untuk menemukan korban kecelakaan kapal.
Mengutip korban selamat pada Minggu ini, kapal mulai berlabuh di laut dangkal sebelum berlayar ke perairan yang lebih dalam di area pulau Verde Island Provinsi Batangas, bagian selatan Manila.
Malam natal lalu, sebuah kapal feri kayu dengan 73 penumpang bertabrakan dengan perahu nelayan di dekat Manila Bay. 24 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa itu.
Tiga korban selamat dan 46 korban selamat telah dipindahkan dari lokasi kecelakaan.
Presiden Filipinan Gloria Macapagal Arroyo memerintahkan agar memberhentikan sementara operasi perusahaan yang terlibat. Pejabat menduga kecelakaan Kamis lalu itu akibat kesalahan manusia. Namun, investigasi resmi akan dimulai Senin mendatang.
Kecelakaan di laut sering terjadi di negara kepulauan tersebut, karena badai tropis, kurangnya perawatan kapal, serta lemahnya pengawasan regulasi keselamatan penumpang.
Tahun lalu, sebuah feri yang sedang berlayar di bagian Pilipina tengah dihantam badai. Sebanyak 800 orang tewas dalam peristiwa itu. (AP)
antique.putra@vivanews.com