VIVAnews -- Kereta api bawah laut Eurostar kembali beroperasi dan siap melayani rute Inggris, Prancis dan Inggris, Selasa pagi waktu setempat. Penundaan perjalanan kereta selama tiga hari sejak pekan lalu berakibat puluhan ribu penumpang terlantar selama liburan natal.
Kereta pertama beroperasi berangkat dari stasiun Gare du Nord Paris pada pukul 08.00 waktu Paris. Kereta ini membawa 750 penumpang, sebagian besar diantaranya penumpang yang terlantar berhari-hari.
Petinggi Eurostar mengatakan perusahaan telah mengidentifikasi penyebab kerusakan kereta api di terowongan Channel, Jumat pekan lalu. Penyebab kerusakan adalah salju kering dan ringan yang masuk ke dalam mesin kereta.
Menurutnya, badai salju ini jarang terjadi, karena salju yang biasanya turun di daerah itu jenis salju berat dan cepat mencair. "Kejadian ini pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir," kata Direktur Operasi Nicolas Petrovic
Sebanyak 40.000 calon penumpang terlantar akibat penundaan perjalanan Eurostar selama tiga hari. Eurostar mengumumkan permintaan maaf dan menjanjikan kompensasi atas keterlambatan tersebut.
Presiden Sarkozy memanggil pimpinan operator kereta api Prancis, SNCF di istana Elysee, Senin. Sarkozy memerintahkan agar Eurostar kembali beroperasi karena situasi demikian tidak dapat diterima para penumpang.
Masalah muncul Jumat malam waktu setempat saat lima kereta bawah laut mogok di dalam terowongan selama belasan jam. Lebih dari 2.000 orang terjebak tanpa penerangan, air, dan makanan.
Direktur Utama Eurostar, Richard Brown menghadapi kritikan tajam mengenai upaya perbaikan. "Kami akan melakukan yang terbaik agar penumpang dapat merayakan natal di rumah,".
Eurostar memprioritaskan mengangkut calon penumpang yang telah tertunda perjalanannya berhari-hari, orang tua dan penumpang yang membawa serta anak-anak.
Petrovic menyatakan dua dari tiga jadwal pemberangkatan mulai berlaku Selasa. Perusahaan mengganti pengeluaran calon penumpang selama menunggu di stasiun serta menghentikan penjualan tiket baru hingga 26 Desember. (AP)