VIVAnews - Andal Ampatuan Jr. hari ini batal menghadiri sidang pertama pengadilan atas dirinya dalam kasus pembantaian atas 57 orang, 30 diantaranya wartawan, akhir November lalu. Pasalnya, Mahkamah Agung Filipina dan pengadilan tinggi Quezon menunda sidang hingga liburan Natal usai atau pada awal Januari 2010.
Laman harian Daily Inquirer mengungkapkan bahwa sidang Pengadilan akan berlangsung di markas kepolisian di Manila untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan seperti Jumat pekan lalu. Saat itu Ampatuan Jr. nyaris dikeroyok para wartawan saat tiba di Departemen Kehakiman di Manila untuk diperiksa.
Ampatuan Jr. dituduh sebagai tersangka utama pembunuhan atas puluhan orang yang terjadi 23 November lalu.
Para korban sebagian adalah para kerabat dan pendukung Esmael Mangudadatu, yang mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur di Provinsi Maguindanao tahun depan. Pihak keamanan menduga pencalonan Mangudadatu itu menjadi ancaman bagi ayah tersangka, Andal Ampatuan Sr., yang menjadi gubernur Maguindanao sejak 2001.
Itulah sebabnya, rombongan itu bersama para wartawan yang turut dalam perjalanan ke kantor pemilihan umum Maguindanao, dicegat oleh kelompok bersenjata pimpinan Ampatuan Jr. Mereka pun dibunuh.
"Sebenarnya sidang dimulai hari ini di markas Kepolisian kota Quezon. Para hakim telah siap. Tetapi, beberapa hal lain yang belum dipersiapkan," kata Juru Bicara Mahkamah Agung Filipina, Midas Marques, seperti dikutip Daily Inquirer.
"Kami mencoba membawa beberapa peralatan pengadilan ke sana. Pengadilan akan dimulai minggu pertama Januari tahun depan," katanya. Dia menambahkan, pengadilan akan bekerjasama dengan markas polisi.
Mahkamah Agung mengabulkan permintaan Departemen Kehakiman untuk memindahkan tempat sidang dari pengadilan tinggi di Cotabato ke Kota Quenzon. Sidang akan berlangsung di markas kepolisian.
"Para hakim dan jaksa penuntut umum kota Quezon telah memeriksa tempat pengadilan di dua tempat itu dan mereka telah memberi laporan kepada Mahkamah Agung. Salah satu tempat telah disepakati, namun masih kekurangan beberapa hal," ungkap Marquez.
Mengenai penundaan dan perubahan tempat, menurut Marquez, itu karena adanya kendala waktu. Selain itu, pengadilan atas Ampatuan berbeda dengan pengadilan biasa.
"Berdasarkan beberapa pertimbangan, Mahkamah Agung memutuskan akan memulai pemeriksaan setelah persiapan tempat pengadilan cukup. Namun tidak mungkin memulainya Selasa atau Rabu ini," katanya menambahkan.