Dunia

Kantor Polisi Filipina Diserang Pemberontak

Polisi yang terlibat sedang diperiksa atas kelalaian mereka.

Senin, 21 Desember 2009, 22:35 WIB
Amril Amarullah
  (VIVAnews/Aries Setiawan)

VIVAnews -- Pemberontak komunis yang menyamar sebagai wartawan agar dapat memasuki sebuah kantor polisi Filipina sebelum menjarahnya , kata seorang juru bicara polisi, Senin.

Lima wanita anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) yang menyamar sebagai wartawati diizinkan masuk kantor polisi di kota San Narciso untuk satu wawancara, kata kepolisian nasional dalam sebuah pernyataan.

Akan tetapi dalam pada saat wawancara dilakukan, pemberontak lainnya yang mengenakan seragam tentara menyerbu dan meringkus delapan personil polisi.

Pemberontak itu lari dengan membawa lima senapan serbu, lima senjata genggam, empat senjata pendek dan amunisi, peralatan komputer, uang dan seragam polisi. Polisi yang terlibat sedang diperiksa atas kelalaian mereka.

NPA yang memiliki 5.000 anggota adalah sayap bersenjata Partai Komunis Filipina (CPP) , yang melakukan pemberontakan sejak tahun 1969. NPA meningkatkan serangan-serangan dalam minggu-minggu belakangan ini , dengan target militer dan polisi serta para pedagang yang menolak tuntutan mereka.

Pada 15 Desember , sembilan anggota pemberontak dan seorang tentara dibunuh ketika tentara menyerang sebuah kamp NPA sementara dua tentara pemerintah dan seorang yang berada dekat lokasi itu dibunuh pada 17 Desember ketika para gerilyawan NPA menyerang sebuah proyek jalan , keduanya di pulau Mindanao.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ