Dunia

Iran Kembali Uji Rudal Jarak Jauh

Ujicoba rudal oleh Iran ini mendapat perhatian serius dari Israel dan Amerika Serikat

Rabu, 16 Desember 2009, 16:46 WIB
Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Peluncuran rudal di dekat Kota Qom,Iran (AP Photo/Fars News Agency, Ali Shaigan)

VIVAnews - Iran kembali melakukan ujicoba rudal kendali jarak jauh, Rabu 16 Desember 2009. Berdasarkan tayangan gambar dari stasiun televisi setempat, yang dipantau oleh stasiun televisi Amerika Serikat (AS), peluncuran rudal Sejil 2 berlangsung sukses.

Stasiun televisi Fox News mengungkapkan peluncuran rudal Sejil 2 yang telah disempurnakan berhasil dengan baik. Namun tidak ada penjelasan lanjutan dalam tayangan televisi.

Peluncuran rudal dilakukan hari ini dilakukan setelah Kepala Badan Intelejen Israel mengatakan Iran mencapai terobosan teknologi yang mampu membangun sistem persenjataan nuklir.

Mayor Jenderal Amos Yadlin mengatakan Iran memiliki material nuklir dan mampu membangun sistem persenjataan nuklir. Akan tetapi Yadlin tidak menjelaskan secara spesifik teknologi seperti apa yang dimiliki Iran maupun dugaan kemampuan persenjataan nuklir Iran.

Berbekal laporan intelejen, Yadlin menjelaskan, Israel telah mempersiapkan strategi kepada para pemimpin Israel. Namun demikian Yadlin menolak berkomentar yang mengindikasikan bahwa Israel sedang mengawasi perkembangan di Iran.

Israel dan negara-negara barat menuduh Iran sedang membangun program persenjataan nuklir. Iran membantah tudingan ini dan menyatakan program nuklir bertujuan memproduksi energi untuk domestik.

Sementara itu, Amerika Serikat merencanakan akan mengujicoba rudal pada Januari 2010 sebagai antisipasi atas serangan peluru kendali jarak jauh Iran.

Letnan Jenderal Patrick O’Reilly, Kepala Badan Pertahanan dan Peluru Kendali AS seperti dikutip Arab Times mengatakan AS telah mengeluarkan biaya US$150 juta untuk ujicoba serangan rudal dari Korea Utara.

Namun rencana itu berubah sejak Iran melakukan rencana pengembangan nuklir.

“Sebelumnya, ujicoba ini digunakan untuk mengetes pertahanan terhadap rudal Korea Utara. Tapi skenario berubah dan akan digunakan sebagai percobaan pertahanan atas serangan Iran ke AS," terang O'Reilly.

Simulasi dan ujicoba rudal AS akan diluncurkan dari Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik. Rudal itu akan dicegat oleh rudal yang diluncurkan dari Pangkalan Udara Vandenberg di negara bagian California.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
najwa2007
05/04/2012
tiga komentar di di bawah...100% sy lahir bhatin sependapat dan setuju
Balas   • Laporkan
leondsevenseas
02/01/2012
iran,korut,rusia beserta sekutu.......bekerja sama membumi hanguskan gedung putih dan zionis israel.......maka kedamaian yang sesungguhnya akan tercipta d'muka bumi ini.......
Balas   • Laporkan
andre
20/01/2010
perang nuklir lebih baik daripada hanya satu pihak yang melemparkan nuklir ke setiap negara yang tidak di sukainya, tau gak, negara Indonesia juga tidak disukai oleh negara Amerika, karena merupakan negara mayoritas Islam. Seharusnya setelah membaca beri
Balas   • Laporkan
ikienalbantani | 20/05/2011 | Laporkan
Kalau di indonesia ada yang pinter ngerakit bom pasti d tangkepin bukan d bina dan memanfaatkan kemampuan mereka untuk kedaulatan NKRI,, itu masalahnya
Cah gemblung
16/12/2009
Maju terus Iran, pantang mudur. Saya jauh lebih percaya kepada anda daripada AS, Israel & para sekutunya yang dari dulu dikenal sebagai pembohong kelas kakap yang tidak pernah senang terhadap kemajuan-kemajuan yang dicapai negara-negara berkembang pada um
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ