Dunia
Mantan Menlu Israel Batal Ditangkap

Inggris Minta Maaf Kepada Israel

Inggris mencabut kembali surat penangkapan atas mantan Menlu Israel, Tzipi Livni

Rabu, 16 Desember 2009, 08:57 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Tzipi Livni (AP Photo/Ariel Schalit)

VIVAnews - Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, David Milliband, Selasa 15 Desember 2009, meminta maaf kepada mantan Menlu Israel, Tzipi Livni, mengenai upaya penangkapan atas dirinya akhir pekan lalu. Permintaan maaf Miliband juga dilontarkan kepada Menlu Israel yang tengah menjabat, Avigdor Lieberman.

Pengadilan Inggris akhir pekan lalu mengeluarkan surat perintah penahanan kepada Livni terkait operasi militer Israel atas wilayah Palestina di Jalur Gaza Desember 2008. Gara-gara surat itu, Livni membatalkan kunjungan ke London, Minggu 13 Desember 2009, untuk berceramah di suatu forum diskusi.

Sehari kemudian, surat penangkapan itu dicabut kembali oleh pemerintah Inggris. Kepada Lieberman, Milliband juga berjanji kepada Lieberman untuk segera berusaha mengubah hukum Inggris, yang selama ini memungkinkan penerbitan surat penangkapan terhadap pejabat Israel yang dituduh melakukan kejahatan perang.

Seperti dikutip dari laman harian Haaretz, Duta besar Inggris di Israel, Tom Phillips, sudah dipanggil oleh kementrian luar negeri Israel di Yerusalem. Sedangkan di London, duta besar Israel untuk Inggris, Ron Prosor, juga menemui Milliband dan meminta agar hukum tersebut diganti.

Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga mengeluarkan pernyataan terkait surat penangkapan terhadap Livni akhir pekan lalu. "Kami tidak akan setuju dengan situasi di mana mantan PM Ehud Olmert, menteri pertahanan Ehud Barak, dan pemimpin oposisi serta mantan menteri luar negeri Tzipi Livni dipanggil untuk diadili," kata Netanyahu dalam pernyataan resmi kantor PM. "Kami sungguh-sungguh menolak absurditas yang sedang terjadi di Inggris," lanjutnya.

Inggris menanggapi sungguh-sungguh surat penangkapan itu. Milliband tanpa menunda-nunda, menerima duta besar Israel. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, Milliband menyebut surat penangkapan itu tidak bisa ditolerir dan dia mengatakan sudah berbicara dengan PM Gordon Brown serta menteri kehakiman Jack Straw untuk segera menemukan solusi. Selepas pertemuan dengan duta besar Israel, Milliband menelepon Lieberman dan Livni untuk meminta maaf.

Dalam konferensi pers di Institute for Security Studies Aviv di Tel Aviv kemarin, Livni mengatakan bahwa Operation "Cast Lead" di Jalur Gaza akhir tahun lalu sudah tepat dan berhasil mencapai tujuan. "Dengan yuridiksi atau tanpa yuridiksi, surat penangkapan atau tanpa surat penangkapan, saya akan mengambil keputusan yang sama," kata Livni.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hana
08/05/2010
inggris urus aja negaranya sendiri jgn urusin negara orang, kurang kerjaan yah....
Balas   • Laporkan
ichi
16/12/2009
inggris dan Amerika sama2 bodoh dan dungu..mau saja didikte u merubah hukum demi Yahudi..dan membiarkan kejahatan perang seperti itu melenggang..
Balas   • Laporkan
DIan
16/12/2009
Ngenes ngliatnya, udah jelas2 melakukan kejahatan perang tapi bisa melenggang bebas seperti itu. Kelak di hari akhir nanti, dia tidak akan bisa mengelak dari tanggung jawab atas perbuatan laknatnya itu. Semoga Allah menabahkan, menyabarkan, dan makin me
Balas   • Laporkan
Cah gemblung
16/12/2009
Inggris takut sama Israel?????, PAYAH!!!!!!. Beraninya cuma sama negara miskin & lemah doang!!!!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ