VIVAnews - Konsumen di Inggris kini dapat memilih makanan yang mereka beli, apakah dari Israel atau Palestina. Aturan pelabelan baru di Inggris memungkinkan perubahan itu.
Makanan di Inggris sebelumnya hanya diberi label Israel atau Tepi Barat. Namun, kebijakan baru di Inggris ini bisa membuat konsumen bisa membedakan bahan atau produk yang berasal dari kawasan Palestina atau dari permukiman Israel.
Aturan baru merekomendasikan supermarket agar mencantumkan asal produk yang mereka jual, dari Israel atau Palestina.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, Pemerintah Inggris mengungkapkan pelabelan itu merupakan bagian dari boikot atas Israel. Pasalnya, Inggris tidak suka dengan sikap negara Zionis itu yang melanjutkan proyek pembangunan pemukiman di Tepi Barat.
Sesuai kesepakatan internasional, pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat, yang merupakan wilayah Palestina, adalah ilegal. Kendati demikian, Israel menolak mengakuinya.
Kebijakan terbaru ditanggapi berbeda kedua pihak. Delegasi Palestina menyambut baik kebijakan tersebut, sementara Israel menyatakan sangat kecewa.
Pemimpin Delegasi Palestina untuk Inggris. Manuel Hassassian, merespon positif aturan label Inggris itu. "Kami telah melobi selama dua tahun di Supermarket-supermarket utama di Inggris setelah menemukan supermarket menjual produk yang berasal dari Tepi Barat yang secara hukum ilegal," kata Hassassian.
Namun Kedutaan Besar Israel merasa sangat kecewa dengan kebijakan itu. "Kami rasa aturan itu merugikan Israel dan memilih pihak yang menyerukan pemboikotan barang-barang Israel," tulis pernyataan resmi Israel.