Dunia

PM Thailand-Malaysia Kunjungi Wilayah Konflik

Di wilayah konflik ini sedikitnya 4.000 orang tewas.

Rabu, 9 Desember 2009, 13:07 WIB
Umi Kalsum, Harriska Farida Adiati
Abhisit Vejjajiva PM Thailand Terpilih (AP Photo)

VIVAnews - Perdana Menteri (PM) Thailand, Abhisit Vejjajiva, dan PM Malaysia, Najib Razak, melakukan kunjungan historis ke wilayah konflik di selatan Thailand di mana pemberontakan kelompok separatis hingga kini telah menewaskan sekitar 4.000 orang.

PM Najib dan PM Abhisit menamai jembatan yang merentang di wilayah perbatasan bersama Thailand-Malaysia di Provinsi Narathiwat tersebut sebagai "Friendship Bridge".

Seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 9 Desember 2009, mereka juga akan mengunjungi sebuah sekolah Islam di wilayah selatan.  Keamanan diperketat menjelang kunjungan setelah peristiwa pengeboman dan penembakan yang menewaskan 9 orang sejak Senin lalu, menggarisbawahi kesulitan dalam mencari solusi atas konflik yang telah berlangsung selama enam tahun tersebut.

"Saya yakin bahwa 'Friendship Bridge' akan semakin meningkatkan berbagai aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya antar dua negara," kata Najib. Dua pemimpin pemerintahan tersebut tiba di jembatan dekat kota Bukit Ta, Thailand, menggunakan helikopter militer. Helikopter militer Thailand mengitari area dan otoriatas mengacak sinyal telepon selular untuk mencegah kemungkinan bom kendali jarak jauh.

Ratusan pasukan Thailand memperketat pengawasan di pos-pos pemeriksaan yang menuju ke perbatasan dan pasukan penjinak bom memeriksa wilayah. Sedangkan kepolisian melakukan patroli menggunakan perahu-perahu karet di Sungai Sunai Kolok yang mengalir di bawah jembatan.

Dalam aksi kekerasan terkini, dua marinir Thailand terluka akibat ledakan bom dan berondongan senjata hari ini di Provinsi Narathiwat, tempat jembatan itu berada, setelah pasukan Thailand sedang mengumpulkan spanduk berisi kritikan atas kebijakan Abhisit di selatan Thailand. Bom di pinggir jalan juga melukai dua personel militer dan seorang petugas kepolisian yang sedang mengawal guru-guru di Provinsi Yala, Rabu dini hari tadi. Sedangkan ledakan bom menewaskan seorang prajurit pada Selasa malam.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ