VIVAnews - Vendor perangkat telekomunikasi Huawei Technologies berencana menambah sekitar 2.000 staf di India dalam 18 bulan hingga dua tahun mendatang. Perusahaan asal China itu melihat bisnisnya tumbuh dengan baik di India.
Huawei meraih pendapatan US$1,3 miliar dari India pada tahun lalu dan memprediksi akan lebih banyak meraih laba tahun ini. Demikian dikatakan juru bicara Huawei di India, J. Gilbert, seperti dikutip dari PC World, Kamis 4 Desember 2009.
Perusahaan itu menyuplai perangkat ke banyak operator layanan telepon mobile di India, seperti Tata Teleservices, Bharti Airtel, dan Reliance Communications. Beberapa konsumen mereka itu juga memperluas bisnis mereka di India. Huawei sudah mempekerjakan 4.000 staf di India, termasuk 2.000 staf di pusat penelitian dan pengembangan di Bangalore.
Dalam dua tahun ke depan, pusat penelitian dan pengembangan itu akan menambah hampir 500 staf untuk mengisi posisi antara lain proyek Internet Protocol, sistem operasi, platform pengiriman software, layanan managerial, dan sistem integrasi. Layanan-layanan itu akan memberikan pelayanan bagi seluruh konsumen di berbagai negara. Huawei juga sedang menimbang untuk memproduksi produk mereka di India, tetapi tergantung pada viabilitas komersial. “Belum ada rencana konkrit,” ucap Gilbert.
Seperti diketahui, India dan China bertikai pada 1962. Hubungan buruk mereka semakin berlanjut terkait perebutan wilayah perbatasan antar dua negara.
Media di India awal tahun ini mengatakan, operator telepon di negeri tersebut kemungkinan menghindari pembelian peralatan dari Huawei dan perusahaan China lainnya karena alasan keamanan. Meski demikian, Huawei belum menerima pemberitahuan terkait informasi tersebut, baik dari pemerintah maupun dari konsumen.