Dunia

Isi Telepon Obama Dijebol Operator Selular

Rekaman telepon selular Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama, telah dibobol.

Sabtu, 22 November 2008, 10:41 WIB
Ismoko Widjaya
Obama Menelpon Sambil Menenangkan Pendukungnya (AP)

VIVAnews - Rekaman telepon selular Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama, telah dibobol oleh karyawan perusahaan operator selular, Verizon Wireless. Pelaku berhasil mengakses masuk ke dalam catatan rekaman melalui nomor telepon selular yang digunakan Obama.

"Kita akan memelajari nomor pegawai Verizon Wirelless yang tidak memiliki otorisasi, dan dapat mengakses serta melihat isi laporan perbincangan pribadi Presiden terpilih, Barack Obama," ujar CEO Verizon Wireless, Lowell McAdam, seperti dilansir CNN, Sabtu, 22 November 2008.

Menurut McAdam, pelaku yang berhasil mengakses catatan rekaman perbincangan Obama itu ternyata lebih dari satu orang. Kini, para pelaku sudah diberhentikan untuk sementara dari pekerjaannya.

"Semua pegawai yang terlibat, meski itu memiliki otorisasi atau tidak, telah diberhentikan untuk sementara. Tetapi, mereka masih diberi upah oleh perusahaan," jelas McAdam. Kendati demikian, McAdam menegaskan bahwa nomor telepon yang berhasil diakses para bawahannya itu bukanlah berasal dari telepon selular berbasis email milik Obama.

Jadi, nomor telepon yang dibobol itu tidak bisa mengakses email pribadi milik Obama. Sebab, nomor telepon tersebut ternyata dipasangkan pada telepon selular Obama yang masih konvensional. Bukan pada Blackberry atau telepon canggih lain milik Obama.

Salah satu tim sukses Obama, Robert Gibbs, menyebutkan sang Presiden terpilih, tidak lagi menggunakan telepon selular tersebut. Gibbs menuturkan, petugas khusus kepresidenan sudah menginvestigasi temuan itu. Penyelidikan sementara, tidak ada motif kriminal yang melatarbelakangi pembobolan tersebut. Gibbs menyebutkan, yang berhasil dibobol hanya sekadar catatan tagihan telepon selular Obama.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
asu
26/08/2010
obama cacad
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ