VIVAnews - Pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab, tidak akan menjamin utang perusahaan investasi Dubai World. Demikian pernyataan Departemen Keuangan Dubai, yang untuk pertama kali mengeluarkan komentar sejak krisis Dubai World mencuat, Senin 30 November 2009.
Pernyataan Departeman Keuangan yang menolak memberikan jaminan atas utang Dubai World tersebut mengguncang para kreditur dan membuat pasar Uni Emirat Arab (UAE) semakin anjlok.
Tadinya para kreditur mengira pemerintah Dubai akan menjamin utang mereka. Namun, Direktur Jenderal Departemen Keuangan Dubai, Abdulrahman al-Saleh, mengklarifikasi bahwa Dubai World - kendati saham mayoritas dimiliki Emir Dubai, Sheik Mohammed bin Rashid Al-Maktoum - bukanlah bagian dari pemerintah
"Ini adalah tanggung jawab kreditur atas keputusan mereka meminjamkan dana bagi perusahaan," kata Saleh saat diwawancara Dubai TV, yang selanjutnya dikutip laman stasiun televisi CNN. Saleh mengatakan, kreditur harus membedakan antara kepentingan negara dan perusahaan.
Saat pernyataan itu diumumkan, bursa saham Dubai anjlok lebih dari 7 persen. Sedangkan bursa saham Abu Dhabi rontok lebih dari 8 persen, penurunan paling tajam kurang lebih dalam satu tahun terakhir. Saham-saham Eropa juga anjlok karena investor mencemaskan krisis finansial akan berdampak ke seluruh sektor.
Bank sentral UAE berjanji untuk memberikan bantuan finansial agar pasar global stabil dengan memberikan likuiditas tambahan ke bank-bank lokal. Dubai World, yang menanggung utang pokok sekitar US$60 miliar sejak Agustus, pekan lalu mengejutkan investor karena meminta penundaan pembayaran utang hingga Mei tahun depan sambil merestrukturisasi anak-anak perusahaan.