Dunia
Perubahan Iklim

Ratusan Gunung Es Dekati Selandia Baru

Sebuah satelit menangkap gambar 130 gunung es dan satelit lain mendeteksi 100 gunung es

Rabu, 25 November 2009, 14:37 WIB
Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Gunung es di Antartika mencair (Corbis)

VIVAnews - Ratusan gunung es yang berasal dari Kutub Selatan (Antartika) bergerak mendekati Selandia Baru. Sekelompok gunung es ini mulai tampak di laut Selandia baru sejak Selasa diperkirakan akan membahayakan bagi kapal-kapal di selatan Laut Pasifik.

Pakar glasiologi, Neal Young, mengatakan gunung es terbesar yaitu, berukuran panjang 30 meter, terlihat berada 260 kilometer di sebelah tenggara pulau Stewart, Selandia Baru. Sebuah satelit menangkap gambar 130 gunung es dan satelit lainnya mendeteksi 100 bongkahan es.

Sekelompok besar gunung es yang bergerak di dekat laut Selandia Baru terakhir kali terjadi pada 2006. Sebagian diantara gunung es ini terlihat dari garis pantai, pertama kalinya sejak 1931. Pejabat kelautan telah mengeluarkan peringatan pelayaran di wilayah bagian selatan negara itu.

Meskipun jalur tersebut bukan jalur utama lalu lintas kapal dan penangkapan ikan, namun sebagian besar kapal tidak memiliki perlindungan apabila bertabrakan dengan gunung es, dimana 90 persen gunung es berada di bawah permukaan air. Diperkirakan, jumlah pelayar hanya sedikit pada November, karena masih ada tiupan angin dingin dari laut bagian selatan.

Manajer Umum Badan Keselamatan Kelautan Selandia Baru Nigel Clifford mengatakan pergerakan gunung es yang semakin mendekat memperbesar potensi resiko pada pelayaran saat kapal menabrak es di bawah laut.

Pakar bidang kelautan Selandia Baru Mike Williams mengatakan gunung es bergerak dengan kecepatan sekitar 25 km perhari dan dia menduga sebagian besar diantaranya tidak akan mencapai Selandia Baru seperti yang terjadi pada gunung es 2006 lalu. Kala itu sebagian besar gunung es bergerak ke timur, terbawa aliran laut dan angin, sehingga menjauhi Selandia Baru.

Gunung es adalah suatu bongkahan besar es air tawar yang telah terpecah dari gletser atau ice shelf dan mengambang di perairan terbuka. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
chaniago
25/11/2009
Sebagai media anda tidak fair....! Anda tidak menampilkan komentar saya tentang kesalahan yang anda buat (kutub utara disebut kutub selatan). Sekarang tiba-tiba anda ganti kesalahan tersebut tanpa menampilkan komentar saya. Salah itu biasa, tetapi mengaku
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ