Dunia
Persaingan Politik di Filipina

Pendukung Presiden Jadi Tersangka Pembantaian

Pihak keamanan menemukan 46 mayat korban pembantaian di provinsi Maguindanao, Filipina

Rabu, 25 November 2009, 13:49 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Pasukan Filipina memeriksa kendaraan warga di Kota Ampatuan, Maguindanao (AP Photo/Aaron Favila)

VIVAnews - Kepolisian Filipina menetapkan seorang pendukung Presiden Gloria Arroyo sebagai tersangka utama dalam pembantaian massal kerabat dan pendukung seorang calon kandidat gubernur provinsi di Pulau Mindanao pada Senin lalu.

Juru bicara kepolisian, Leonardo Espina, mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal, pelaku penculikan dan pembunuhan para korban adalah sekelompok orang bersenjata pimpinan walikota Datu Unsay, Andal Ampatuan Jr.

Seperti dikutip dari laman Sydney Morning Herald, Ampatuan Jr adalah anggota koalisi Lakas Kampi CMD yang sedang berkuasa. Ampatuan juga merupakan anak dari seorang politisi daerah yang sangat berkuasa yang mengumpulkan dukungan penduduk lokal untuk pemilihan-pemilihan sebelumnya.

Iring-iringan enam kendaraan yang juga diikuti sejumlah wartawan untuk meliput tersebut sedang berada di tengah perjalanan untuk mendaftarkan nominasi Mangudadatu sebagai kandidat oposisi dalam pemilihan gubenur tahun depan, ketika kawanan bersenjata mencegat mereka. Hingga kini sudah 46 mayat korban ditemukan.

Sebelum menetapkan Ampatuan sebagai tersangka, militer sudah menetapkan para pengawal yang disewa klan Ampatuan sebagai tersangka pelaku penembakan massal.

Anak laki-laki Ampatuan sudah disebut-sebut untuk menggantikan ayahnya yang sudah menjabat sebagai gubernur Provinsi Maguindanao dalam tiga kali masa jabatan. Ke-46 korban termasuk istri dan kerabat rival politik Ampatuan di Maguindanao, Esmael Mangudadatu.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ