Dunia
Korban Persaingan Politik

Rombongan Jurnalis di Filipina Dibantai

Ini merupakan pembantaian terbesar atas para jurnalis dalam satu hari

Selasa, 24 November 2009, 09:30 WIB
Renne R.A Kawilarang, Anda Nurlaila
Lokasi ledakan bom di Pulau Jolo, Filipina (AP Photo/Nickee Butlangan)

VIVAnews - Sedikitnya 36 orang tewas akibat penembakan yang dilakukan gerombolan bersenjata di Provinsi Maguindanao, Filipina bagian selatan. Sebanyak 12 diantaranya adalah wartawan.

Stasiun televisi GMA News mengungkapkan bahwa penembakan berlangsung Senin, 23 November 2009. Penembakan itu diduga terkait persaingan politik dua keluarga yang berseteru dalam rangka pemilihan gubernur di Maguindanao.  

"Belum pernah terjadi dalam sejarah media massa di mana banyak jurnalis tewas dalam sehari. Kami menyatakan simpati dan duka cita kepada semua jurnalis di Filipina yang terguncang setelah serangan brutal ini," demikian pernyataan lembaga advokasi wartawan yang berbasis di Paris, Reporters Without Borders.

Pembantaian terjadi saat para pendukung Wakil Walikota Buluan, Esmael Mangudadatu, disertai para wartawan, akan mendaftarkan tokoh pilihan mereka itu menjadi kandidat dalam pemilihan gubernur. Tiba-tiba muncul suatu gerombolan bersenjata untuk mencegah pencalonan itu. Tak lama kemudian terjadi penembakan. Kejadian fatal ini juga menimpa istri, saudara perempuan dan teman-teman Mangudadatu.

Sampai kini pihak keamanan masih memburu para penembak. Namun, keluarga Mangundadatu menuding klan Ampatuan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pembantaian itu.

Keluarga Ampatuan memimpin provinsi Maguindanao sejak 2001. "Mereka tidak ingin kami mengajukan kandidat dalam pemilihan gubernur mendatang. Ibarat mengelola bisnis, mereka ingin semuanya," kata saudara kandung Esmael, Jong, yang menjadi walikota Buluan.

Keluarga Ampatuan belum memberi tanggapan atas tuduhan keluarga Mangundadatu. Andal Ampatuan, pemimpin klan dan gubernur Maguindanao, juga berkali-kali menjadi sasaran serangan. Dia mencurigai para simpatisan kelompok pemberontak Fron Pembebasan Islam Moro (MILF) berkali-kali merancang serangan atas dirinya. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ