Dunia
Karzai Dilantik

Bom Tak Berhenti Guncang Afghanistan

Baru sehari Karzai dilantik jadi Presiden, puluhan warga Afghanistan tewas akibat bom.

Jum'at, 20 November 2009, 17:41 WIB
Umi Kalsum, Anda Nurlaila
Bom Bunuh Diri di Afghanistan (AP Photo)

VIVAnews - Sehari setelah pelantikan Presiden Afganistan Hamid Karzai, ledakan bom bunuh diri kembali mengguncang wilayah Afganistan. Bom bunuh diri yang menggunakan motor ini membunuh 13 orang termasuk satu  polisi, 30 orang penumpang bus luka-luka di sebuah taman Afganistan bagian barat.

"Korban luka-luka termasuk beberapa orang anak," kata seorang dokter di Farah city, Shir Agh Asas seperti dikutip AP, Jumat 20 November 2009.

Kepala kepolisian Mohammad Faqir Askar mengatakan polisi sempat mengejar pelaku pengeboman dan  berusaha menghentikan pelaku sebelum dia meledakkan diri. Gubernur Provinsi Rohul Amin mengatakan ledakan terjadi sekitar 50 meter dari sebuah taman yang ramai di Farah.

"Dewasa ini Thaliban menyebabkan banyak korban berjatuhan karena pasukan asing dan Afganistan melaksanakan operasi menumpas pemberontak di wilayah ini," kata Askar.

Askar menambahkan, dalam sebuah operasi tiga hari lalu di bagian Provinsi Farah, petugas keamanan Afganistan membunuh lima orang perusuh, termasuk satu pemimpin Taliban dan perakit bom.

Pada upacara pengangkatannya, Kamis 19 November 2009, Presiden Karzai menegaskan akan menjadikan rekonsiliasi dengan pemberontak dalam agenda utamanya. "Kami mengundang semua pihak yang merasa tidak puas yang tidak langsung terkait dengan terorisme internasional untuk kembali pulang ke kampung halaman," kata Karzai.
 
Karzai juga mengagendakan dalam jangka waktu lima tahun pihak keamanan Afganistan akan mengambil alih urusan keamanan dalam negeri Afganistan dari tentara asing. Upacara pengangkatan sumpah Karzai juga diwarnai dengan tewasnya dua pekerja warga negara AS di Provinsi bagian Selatan Zabul. Sejam kemudian, bom bunuh diri juga meledak di sebuah pasar dan membunuh 10 warga sipil, termasuk tiga anak dan melukai 13 orang lainnya.  

Di bagian lain Afganistan, sebuah bom bunuh diri di Provinsi Khost melukai tiga orang warga sipil.

Pasukan gabungan internasional dan Afganistan membunuh satu orang yang diduga milisi Pergerakan Islam Uzbekistan. Organisasi ini dituding sebagai penyandang dana dan mengangkut milisi ke wilayah itu.  Sementara itu dari data Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan ada Pergerakan Islam Uzbekistan memasok milisi Uzbekistan di cabang Taliban bagian utara Afganistan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ