VIVAnews - Uni Eropa menolak permintaan pembentukan negara Palestina di Badan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanpa persetujuan dari Israel.
Perdana Menteri Swedia sekaligus pejabat kepresidenan UE, Carl Bildt mengatakan kondisi sekarang belum memungkinkan untuk membentuk negara Palestina. "Kami mengakui negara Palestina. Tetapi masih banyak yang harus dilakukan dan saya pikir itu (pembentukan negara palestina) sesuatu yang masih prematur," katanya seperti dikutip dari laman berita ABC News, 17 November 2009.
Para menteri Luar negeri UE membicarakan dan berkoordinasi dengan AS dalam upaya membawa kedua pihak, Israel dan Pakistan dalam sebuah pembicaraan damai."Hal terpenting adalah mendukung AS untuk membawa kedua pihak ke meja perundingan," ungkap Benita Ferrero-Waldner, Komisi Hubungan Luar UE.
27 anggota UE mendukung upaya Presiden AS Barack Obama dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell untuk memulai perundingan antara kedua pihak.